Maling Emas di Jatiuwung Kota Tangerang: Kisah Pembeli Palsu
TANGERANG — Seorang pria bernama Asem (30) ditangkap polisi setelah diduga membawa kabur perhiasan emas senilai Rp100 juta dari sebuah toko emas di Jalan Prabu Siliwangi, Kelurahan Alam Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten. Aksi itu dilakukan dengan cara berpura-pura menjadi pembeli, sebelum akhirnya melarikan barang yang baru saja ditunjukkan oleh karyawan toko.
Datang dua kali sebelum kabur membawa emas
Peristiwa ini bermula ketika Asem lebih dulu mendatangi toko emas tersebut sehari sebelum kejadian. Saat itu, ia disebut sempat melihat-lihat gelang dan kalung yang dipajang. Keesokan harinya, pada Senin (6/5/2024) pukul 20.15 WIB, pelaku kembali datang dan meminta membeli gelang emas yang sebelumnya sudah ia incar.
Karena mengira benar-benar pembeli, karyawan toko menyerahkan gelang dan kalung emas kepada pelaku. Namun, situasi berubah saat Asem meminta izin untuk memfoto barang tersebut. Setelah itu, ia justru kabur membawa dua perhiasan itu.
Dikejar warga, diamankan polisi
Aksi cepat pelaku tidak berlangsung lama. Pemilik toko bersama warga sekitar langsung mengejar Asem hingga akhirnya berhasil menangkapnya. Sebelum polisi tiba, pelaku sempat menjadi sasaran amarah massa. Petugas kemudian mengamankan Asem dari lokasi kejadian.
Saat dilakukan penggeledahan, barang bukti emas yang diduga hasil curian ditemukan disembunyikan di dalam sepatu pelaku. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa pelaku sudah menyiapkan cara untuk membawa kabur barang curian tanpa mudah diketahui.
Polisi dalami kasus pencurian dengan tipu muslihat
Kapolsek Jatiuwung, Kompol Donni Bagus Wibisono, didampingi Kasi Humas, Kompol Aryono, mengatakan pelaku sudah berhasil dievakuasi dari amukan massa dan kini akan diproses lebih lanjut. Polisi masih mengusut rangkaian kejadian tersebut, termasuk cara pelaku menjalankan aksinya di toko emas itu.
Bagi pemilik toko, peristiwa ini meninggalkan kerugian yang tidak kecil. Di tengah transaksi yang seharusnya berjalan normal, modus pembeli palsu justru berubah menjadi pencurian yang berlangsung cepat dan nyaris luput dari kewaspadaan awal.
Source link
