13.2 C
Munich

Polda Jateng Menyediakan Personel di Setiap TPS, Desakan DPR: Polisi Harus Berperan Aktif dalam Memelihara Netralitas

Harus dibaca

SEMARANG — Polda Jawa Tengah mulai menyiapkan pola pengamanan Pemilu 2024 dengan pendekatan yang lebih menyeluruh. Tidak hanya soal pengawalan logistik dan pengamanan saat hari pemungutan suara, kepolisian daerah itu juga menargetkan penempatan personel di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang jumlahnya mencapai 117.000 titik di Jawa Tengah.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyebut koordinasi lintas sektoral tengah dijalankan untuk memastikan seluruh tahapan pengamanan berjalan sejak awal. Langkah itu disiapkan agar distribusi logistik, pelaksanaan pemungutan suara, hingga pengawasan di lapangan dapat berlangsung tertib dan terkendali.

Pengamanan TPS Jadi Sorotan

Rencana tersebut mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Politikus NasDem itu menilai kesiapan Polda Jateng patut diapresiasi karena menunjukkan antisipasi sejak dini terhadap potensi gangguan di hari pemungutan suara.

“Komisi III mengapresiasi Kapolda Jateng yang sudah ‘curi start’ maksimalkan kesiapan pengamanan hari H Pemilu 2024 nanti. Ini bagus, dan tiap tahun Polri kan memang menempatkan anggota di berbagai titik TPS. Nah kalau bisa 2024 nanti, mau itu daerah (TPS) yang kategorinya rawan, sedang, maupun aman, tetap ditempatkan personel di sana. Sebab Polri miliki peran strategis dalam wujudkan pemilu kondusif,” ujar Sahroni dalam keterangan, 27/10.

Menjaga Pemilih dari Konflik di Lapangan

Sahroni menekankan, kehadiran aparat di TPS bukan sekadar formalitas pengamanan, melainkan bagian dari upaya menjaga rasa aman bagi masyarakat. Ia berharap Pemilu 2024 dapat berlangsung tanpa gesekan yang muncul di tingkat bawah, karena konflik di lapangan kerap menjadi gangguan yang paling mudah memengaruhi jalannya proses demokrasi.

“Jadi ini untuk jaga kondusivitas, keamanan, dan berikan rasa nyaman bagi para pemilih nantinya. Karena khawatir kalau ada konflik-konflik di TPS, jadi mengganggu para pemilih. Kan kalau ada aparat di tiap titik, minimal masyarakat jadi agak lega soal potensi hal-hal yang seperti itu,” tambah Sahroni.

Dorongan untuk Polda Lain

Selain menyoroti Jawa Tengah, Sahroni juga mendorong polda-polda lain agar mulai memperkuat persiapan dari sekarang. Menurut dia, kesiapan yang dibangun lebih awal akan berdampak pada hasil pengamanan yang lebih maksimal saat pemilu berlangsung.

“Polda lain juga bisa lakukan persiapan mulai dari sekarang, biar hasilnya maksimal saat pelaksanaan nanti,” demikian Sahroni.

Berita Terbaru