Prasetyo Edi Marsudi Yakin Gibran Tak Akan Ganggu Perolehan Suara Ganjar-Mahfud di DKI Jakarta
Ketua Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar Pranowo-Mahfud Md di DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, menilai pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden tidak akan memberi dampak terhadap suara pasangan yang diusungnya di Ibu Kota. Ia menyebut pemilih di Jakarta sudah cukup matang untuk menentukan pilihan tanpa terpengaruh satu dinamika politik tertentu.
Prasetyo: Masyarakat Sudah Cerdas Memilih
“Enggak ada lah (efeknya), kerja aja kita. Masyarakat sudah cerdas memilih A, B, C sudah cerdas,” kata Prasetyo di Gedung DKI Jakarta, Selasa (31/10/2023). Menurut politikus PDI Perjuangan itu, fokus utama tim saat ini bukan pada manuver lawan politik, melainkan pada penguatan kerja pemenangan di lapangan.
Prasetyo mengatakan, sebagai penanggung jawab TPD, ia akan memaksimalkan konsolidasi internal agar partai-partai pengusung Ganjar-Mahfud tetap berada dalam satu barisan. Ia menyebut soliditas koalisi menjadi modal penting untuk menghadapi kontestasi di Jakarta.
Strategi Lama Dipakai Lagi
Prasetyo mengaku timnya sudah memiliki strategi yang disiapkan dengan matang. Ia merujuk pada pengalaman PDI Perjuangan dalam memenangkan Joko Widodo pada Pilpres 2019 sebagai salah satu acuan kerja politik di Jakarta.
“Kita punya patokannya, punya pos-pos kita pada saat pemenangan Pak Jokowi kemarin dan pos-pos itu sudah jadi, matang nih barangnya,” ujarnya. “Ya kita matangin, terus kita bawa Pak Ganjar dan Pak Mahfud ke tengah masyarakat,” sambung dia.
Ia juga menegaskan tidak terlalu mempersoalkan anggapan bahwa Ganjar tidak memiliki rekam jejak langsung di DKI Jakarta. Menurut dia, gagasan untuk melanjutkan agenda pemerintahan Jokowi menjadi salah satu poin yang bisa dijual ke publik Jakarta.
Ganjar Dinilai Punya Modal Pengalaman
Prasetyo mengatakan Ganjar memiliki bekal politik dan pemerintahan yang cukup untuk meyakinkan pemilih. Ia mengingatkan bahwa Ganjar pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan kemudian menjabat Gubernur Jawa Tengah.
“Kan Nawacita Pak Jokowi kan dilanjutkan. Nah selesai Nawacita Pak Jokowi, baru misalkan Pak Ganjar jadi presiden apa ide dia,” ujar Prasetyo. Dengan pengalaman itu, ia optimistis kerja-kerja pemenangan di Jakarta masih punya ruang untuk diperkuat, meski peta persaingan politik terus bergerak menjelang pemilihan.
