17.6 C
Munich

Prediksi Cak Imin: AMIN Diprediksi Menang Telak di Jember.

Harus dibaca

Bondowoso — Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid menaruh keyakinan besar pada pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau AMIN di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. Ia bahkan menyebut pasangan yang diusung Koalisi Perubahan itu berpeluang meraup suara hingga 70 persen di kawasan yang selama ini dikenal sebagai lumbung pemilih Nahdliyin.

Keyakinan itu disampaikan Jazilul saat menghadiri jalan sehat bersama AMIN di Kabupaten Bondowoso, Minggu (29/10/2023). Menurut dia, wilayah Tapal Kuda, termasuk Bondowoso, memiliki kedekatan historis dan kultural dengan warga Nahdlatul Ulama yang selama ini menjadi basis kuat PKB dalam setiap kontestasi politik.

Tapal Kuda disebut basis tradisional PKB

Jazilul menegaskan bahwa PKB bukan sekadar partai politik, melainkan wadah aspirasi bagi warga Nahdliyin. Ia menyebut partainya lahir dari rahim PBNU dan selama ini identik dengan suara kiai serta ulama. Karena itu, ia menilai dukungan warga NU di wilayah tersebut akan cenderung mengalir ke AMIN.

“Kita optimistis suara pasangan AMIN akan maksimal di wilayah Tapal Kuda, termasuk di Kabupaten Bondowoso ini. Ini adalah basis pemilih Nahdliyin. PKB menjadi satu-satunya partai politik yang lahir dari rahim PBNU,” kata Jazilul.

Muhaimin dijadikan simbol kedekatan dengan NU

Dalam kesempatan itu, Jazilul juga menyoroti pencalonan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres mendampingi Anies Baswedan. Ia menyebut Muhaimin sebagai sosok yang memiliki garis keturunan dari pendiri NU KH Bisri Syansuri, sehingga menurut dia, tidak ada alasan bagi warga NU untuk memilih kandidat lain.

“Masa ini ada cicit pendiri NU KH Bisri Syansuri, maju sebagai cawapres, ngapain warga NU pilih yang lain. Warga NU ini sudah cerdas mana calon yang NU 24 karat,” ucapnya.

Jazilul kaitkan pilihan politik dengan situasi nasional

Selain bicara soal basis dukungan, Jazilul juga mengaitkan dukungan politik dengan kondisi Indonesia saat ini. Ia menilai masyarakat tengah menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari kemiskinan, pengangguran, turunnya daya beli, hingga masalah keadilan. Dari situ, ia menilai perubahan menjadi kebutuhan yang tak bisa dihindari.

Dengan modal kedekatan kultural, jaringan PKB, dan posisi Muhaimin dalam pasangan AMIN, Jazilul tampak ingin menegaskan bahwa pertarungan suara di Tapal Kuda bukan sekadar soal elektabilitas, melainkan juga soal ikatan politik yang telah lama terbangun di tengah warga Nahdliyin.

Berita Terbaru