18.1 C
Munich

Anies Menyatakan Tidak Akan Usulkan Anaknya Maju Sebagai Cawapres Jika Jadi Presiden

Harus dibaca

Anies Menyatakan Tidak Akan Usulkan Anaknya Maju Sebagai Cawapres Jika Jadi Presiden

Nama keluarga dalam politik kerap memantik perdebatan, tetapi Anies Baswedan memilih menegaskan batasnya sejak awal. Ia menyatakan tak akan mendorong anaknya untuk maju sebagai calon wakil presiden bila suatu saat dirinya menjadi presiden. Sikap itu, menurut Anies, berangkat dari pandangannya tentang pendidikan, proses tumbuh, dan makna keberhasilan yang tidak semata diukur dari pencapaian di garis akhir.

Sukses Bukan Hanya Soal Menang

Dalam pandangannya, keberhasilan tidak selalu identik dengan posisi atau jabatan. Anies mengatakan dirinya tumbuh dalam suasana pendidikan yang membentuk cara berpikir itu. Ia menilai, dalam dunia pendidikan, sukses juga berarti mampu bangkit setelah jatuh, bukan sekadar meraih sesuatu pada satu titik tertentu.

“Jadi saya termasuk yang mempercayai itu apalagi saya tumbuh besar di dalam suasana pendidikan. Di pendidikan itu juga sukses itu bukan hanya bila meraih sesuatu, sukses itu adalah bangkit dari kejatuhan itu sukses,” ujarnya.

Jatuh dan Bangkit sebagai Proses

Anies menekankan bahwa pengalaman jatuh dan bangkit justru menjadi bagian penting dari pembelajaran. Menurut mantan gubernur DKI Jakarta itu, seseorang yang ditempa masalah dan tantangan akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Ia menggambarkan proses itu sebagai perjalanan yang membuat seseorang semakin matang dan cemerlang.

“Jadi karena itu jatuh dan bangkit itu bagian dari pertumbuhan pembelajaran dan kita tahu semakin ditempa masalah semakin ditempa tantangan maka dia akan semakin cemerlang dia akan semakin banyak yang berkembang,” jelas mantan gubernur DKI Jakarta ini.

Menolak Dinasti Politik dalam Bingkai Pendidikan

Pernyataan Anies tersebut sekaligus memperlihatkan sikapnya terhadap keterlibatan keluarga dalam kontestasi politik. Dengan menempatkan pendidikan sebagai pijakan utama, ia memberi sinyal bahwa jalan menuju kepemimpinan semestinya lahir dari proses, bukan dari dorongan nama besar keluarga. Dalam konteks itu, Anies memilih menonjolkan pembelajaran dan ketangguhan sebagai ukuran yang lebih penting ketimbang meneruskan kursi politik kepada anaknya.

Berita Terbaru