14.8 C
Munich

Ganjar-Mahfud Mendapatkan Dukungan Penuh dari Ulama-Kiai Pimpinan Ponpes Melalui Halaqoh Kebangsaan

Harus dibaca

BOGOR — Dukungan dari kalangan pesantren kembali mengalir untuk pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Melalui Halaqoh Kebangsaan, para ulama dan kiai pimpinan pondok pesantren di Bogor dan Bekasi menyatakan sikap mendukung pasangan tersebut, dengan menekankan kedekatan keduanya terhadap dunia pesantren dan tradisi keulamaan.

Kedekatan dengan pesantren jadi alasan utama

Sejumlah kiai menilai Ganjar dan Mahfud bukan sosok yang asing bagi kalangan santri. Salah satu yang disorot adalah langkah Ganjar saat menjabat Gubernur Jawa Tengah, ketika ia menginisiasi Peraturan Daerah Jawa Tengah tentang Pesantren. Aturan itu mewajibkan pemerintah daerah memfasilitasi pondok pesantren yang ada di wilayah tersebut.

Di Jawa Tengah, Ganjar juga disebut berhasil meningkatkan kesejahteraan para pengajar keagamaan melalui pemberian uang insentif. Besaran bantuan itu terus naik dari tahun ke tahun sejak pertama kali digulirkan pada 2019. Bagi para kiai, kebijakan semacam ini menjadi bukti bahwa perhatian terhadap pesantren tidak berhenti pada slogan.

Dukungan ulama menguat lewat Halaqoh Kebangsaan

Kyai yang masih keturunan Sunan Drajad itu menyebut pasangan Ganjar-Mahfud memiliki hubungan yang dekat dengan kalangan pesantren. Menurut dia, kedekatan tersebut bukan sekadar simbolik, melainkan tampak dari rekam jejak dan lingkungan keluarga keduanya.

Buya Munawwir menegaskan bahwa Ganjar adalah menantu kiai. Ia menggambarkan, dalam tradisi pesantren, keputusan memilih menantu tidak pernah dilakukan secara serampangan, melainkan melalui musyawarah dan istikhorah. “Pak Ganjar itu menantu kiai, kiai dalam mencari menantu itu tidak sembarangan harus musyawaroh dan istikhoroh. Sampai kemudian Pak Ganjar menjadi anggota DPR, kemudian gubernur dekat dengan ulama,” ujarnya.

Ia juga menyebut Mahfud MD sebagai sosok yang berasal dari keluarga santri. “Pak Mahfud MD beliau adalah keluarga menantu-menantunya kiai, dia juga seorang santri. Maka saya mengajak bahkan dari keluarga wali untuk mendukung Bapak Ganjar-Mahfud karena ini asli negara kita,” lanjutnya.

Usia emas juga jadi pertimbangan

Selain latar belakang pesantren, para ulama itu menilai faktor usia turut menjadi pertimbangan. Menurut Buya Munawwir, Ganjar dan Mahfud kini berada pada rentang usia yang disebutnya sebagai usia emas, yakni masa ketika kemampuan, kematangan emosi, intelektual, dan spiritual berada pada titik puncak. Ia mengaitkan hal itu dengan usia kenabian Muhammad SAW yang diutus pada rentang 40 hingga 60 tahun.

Dengan modal kedekatan ke pesantren, rekam jejak kebijakan, dan pertimbangan usia, dukungan para kiai di Bogor dan Bekasi itu pun mengerucut ke satu nama: Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Berita Terbaru