15.5 C
Munich

Menurut Jubir TPN Novi Basuki, Pasangan Ganjar-Mahfud Md Telah Menempati Berbagai Jabatan dan Semua Membutuhkan Proses

Harus dibaca

Jakarta – Bakal calon presiden Ganjar Pranowo kembali menegaskan bahwa politik, seperti halnya membangun bangsa, tidak bisa ditempuh dengan cara serba cepat. Di hadapan peserta dialog kebangsaan bersama Pendeta Gilbert Lumoindong yang digelar di Jakarta pada Sabtu, 28 Oktober 2023, Ganjar mengisahkan alasan dirinya mempercayakan posisi juru bicara kepada Novi Basuki.

Ganjar melihat proses, bukan sekadar kemampuan

Melalui keterangan tertulis pada Kamis (9/11/2023), Ganjar menyebut tidak ada yang instan dalam politik maupun dalam kehidupan berbangsa. Menurut dia, setiap orang yang menempati posisi penting selalu melalui tahapan panjang.

Karena itu, ia menilai sosok Novi Basuki bukan sekadar anak muda yang fasih berbicara, melainkan figur yang menunjukkan perjalanan belajar yang serius. Novi dikenal sebagai santri bersuku Madura asal Situbondo yang menempuh pendidikan selama 10 tahun di Tiongkok.

Ganjar mengaku kesan pertamanya muncul saat menonton video Novi yang sempat viral di media sosial. Dalam video itu, Novi menjelaskan mengapa Tiongkok bisa berkembang pesat, salah satunya karena kepemimpinan di negeri itu dibangun lewat proses panjang dan berjenjang, bukan dengan cara instan.

Ketemu di Surabaya, Novi langsung menyanggupi

Ketertarikan Ganjar terhadap penjelasan Novi membuatnya kemudian menawarkan langsung posisi juru bicara saat keduanya bertemu dalam sebuah acara di Surabaya, Jawa Timur. Tanpa banyak pertimbangan, Novi disebut langsung menyanggupi tawaran tersebut.

Ganjar menekankan, pengalamannya bersama Novi menjadi contoh bahwa seseorang bisa mendapat kepercayaan besar ketika memiliki pengetahuan, ketekunan, dan kemampuan menjelaskan gagasan secara jernih. Ia juga menyebut, dalam politik maupun pembangunan nasional, jalan pintas justru berisiko menjauhkan dari hasil yang kuat dan berkelanjutan.

Pesan politik yang ingin ditegaskan Ganjar

Dalam kesempatan itu, Ganjar ingin menegaskan bahwa Indonesia hanya bisa menjadi negara yang unggul jika proses dijalankan dengan benar. Ia menolak logika serba cepat yang kerap menggoda dalam praktik politik.

“Saya percaya bahwa dengan menjalani proses yang tepat, Indonesia dapat menjadi negara yang unggul dan memiliki nilai lebih daripada negara lain,” ujar Ganjar.

Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan cara Ganjar membaca pentingnya pengalaman, kedalaman pengetahuan, dan perjalanan panjang dalam menentukan orang-orang di sekelilingnya, termasuk dalam memilih Novi Basuki sebagai juru bicara.

Berita Terbaru