Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai mahasiswa di Bali memiliki kepedulian yang kuat terhadap berbagai persoalan di sekeliling mereka. Bagi Ganjar, sikap kritis itu bukan sekadar bahan diskusi, melainkan modal untuk ikut masuk ke dalam penyelesaian masalah yang selama ini dihadapi masyarakat.
Ganjar: Mahasiswa Paham Persoalan di Sekitar
Ganjar menyebut para mahasiswa cukup memahami isu-isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari sampah, politik, keterwakilan perempuan, hingga perhatian pada pendidikan dan guru. Karena itu, ia mendorong anak muda untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga terlibat langsung dalam mencari jalan keluar.
“Mereka sangat kritis, mereka paham persoalan-permasalahan di sekitarnya, seperti sampah, politik, keterwakilan perempuan, perhatian pada pendidikan dan guru. Menurut saya, itu adalah masalahnya. Maka saya ajak anak muda yuk ikut terlibat,” kata Ganjar.
Sampah dan Ekonomi Hijau Jadi Sorotan
Dalam pembicaraan tersebut, Ganjar juga menyoroti isu sampah dan ekonomi hijau yang menurutnya menjadi perhatian serius mahasiswa. Ia menilai persoalan itu tidak bisa dipandang sepele karena dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat, termasuk risiko kesehatan dan lingkungan yang memburuk.
“Bicara sampah, bicara ekonomi hijau ya, mereka sangat fokus pada masalah itu dan itu penting untuk mendapatkan perhatian kita, karena efeknya bisa berupa penyakit dan kondisi yang buruk. ‘Pak, tempat sampahnya kebakaran di mana-mana’. Ya, mari kita bicara tentang teknologi pengolahan sampah,” pungkas Ganjar.
