Calon Presiden Ganjar Pranowo menempatkan creative hub sebagai kebutuhan penting di tengah perubahan industri yang kian cepat. Menurut dia, ruang semacam itu bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wadah untuk menyalurkan gagasan, minat, dan bakat anak muda agar tidak berhenti di tataran wacana. Ganjar menilai, generasi muda Papua punya potensi besar yang perlu diberi ruang tumbuh secara nyata.
Ganjar: Anak Muda Butuh Ruang yang Hidup
Pernyataan itu disampaikan Ganjar saat berdiskusi dengan kelompok Gen Z dan milenial di Jayapura, Papua, Selasa (21/11/2023) malam. Di hadapan peserta diskusi, Ganjar menggambarkan creative hub sebagai tempat yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas kreatif, mulai dari studio seni, sanggar latihan, hingga ruang menulis yang terjadwal dan terbuka untuk kolaborasi.
“Tahap awal itu membikin creative hub. Creative hub itu umpama kalau membuat seni di studio, tempat latihan sanggar, yang suka menulis di situ ada latihannya seminggu 2 kali. Atau kalian punya problem, datang dong bareng-bareng di sini,” ujar Ganjar di lokasi.
Terinspirasi dari Aspirasi Anak Muda
Ganjar mengaku gagasan itu tidak muncul tiba-tiba. Ia menyebut ide menghadirkan creative hub lahir dari banyaknya masukan yang ia terima langsung dari anak muda saat masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Dari berbagai pertemuan itu, ia mendengar kebutuhan yang sama: ruang yang bisa menampung ide dan energi generasi muda.
“Saya terinspirasi anak muda waktu saya sebagai Gubernur Jawa Tengah. Kalian butuh apa? ‘Tolong dong Pak buatin creative hub, maunya begitu’,” kata Ganjar.
Menjawab Cara Berpikir Generasi Baru
Dalam pandangan Ganjar, cara berpikir anak muda saat ini sudah jauh melompat dibanding generasi sebelumnya. Karena itu, menurut dia, pemerintah dan lingkungan sosial perlu menghadirkan fasilitas yang mampu mengikuti ritme tersebut. Creative hub, kata Ganjar, bisa menjadi salah satu jawaban untuk menampung ide-ide yang berkembang cepat sekaligus menghubungkan anak muda dengan ruang berekspresi yang lebih konkret.
