13.2 C
Munich

Anies Memilih Mengembangkan Transportasi Publik daripada Fokus ke Kendaraan Listrik

Harus dibaca

Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan, menilai kendaraan listrik pribadi bukan jawaban untuk mengurai kemacetan di jalan. Menurut dia, persoalan utama di kota-kota bukan semata jenis mesin yang dipakai, melainkan jumlah kendaraan yang terus memenuhi ruas jalan. Karena itu, ia mendorong penguatan transportasi publik sebagai pilihan yang lebih efektif.

Transportasi umum dinilai lebih mampu mengurangi kepadatan

“Transportasi publik efisien cuman kalau transportasi umum itu sekaligus mengurangi jumlah kendaraan di jalan karena kalau naik kendaraan umum pasti tidak naik kendaraan pribadi ya kan. Oke, tapi kalau menggunakan pengendaraan pribadi listrik nanti tetep saja ada kendaraan di jalan,” ujar Anies di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta, Selasa (28/11).

Dalam pandangannya, kendaraan listrik memang dapat membantu dari sisi emisi, tetapi tidak otomatis menyelesaikan kemacetan. Selama masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi, beban lalu lintas tetap tinggi. Karena itu, ia menilai yang lebih penting adalah memastikan warga memiliki akses ke transportasi umum yang layak, terjangkau, dan nyaman.

Perjalanan KRL disebut membuka pandangan soal kebutuhan kota

Anies mengatakan, pengalaman pulang kampanye dari Bogor ke Jakarta dengan KRL membuatnya kembali melihat pentingnya transportasi umum. Perjalanan itu, menurut dia, memperlihatkan bahwa masih banyak kota yang belum memiliki sistem angkutan publik yang benar-benar baik dan terintegrasi.

Ia menyebut, pilihan membangun transportasi publik bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga berkaitan langsung dengan kualitas hidup warga kota. Ketika layanan umum tersedia dengan baik, masyarakat punya alternatif yang bisa mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Pengurangan emisi dinilai lebih cepat lewat transportasi massal

Anies juga menyinggung persoalan lingkungan hidup yang menurutnya sudah berada pada tahap genting. Ia menilai, langkah paling cepat untuk menekan emisi karbon adalah mendorong perpindahan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Namun, upaya itu, kata dia, tidak bisa dibebankan kepada masyarakat semata.

“Sementara kita tahu, masalah lingkungan hidup itu sudah sangat genting dan untuk karbon emisi yang paling cepat adalah berpindahnya dari kendaraan pribadi ke umum. Tapi itu artinya pemerintah harus membangun kendaraan umum,” ungkapnya.

Dengan penekanan itu, Anies menempatkan transportasi publik bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan fondasi kebijakan perkotaan yang menentukan arah penanganan macet dan emisi sekaligus.

Berita Terbaru