14.8 C
Munich

Ganjar Mengulas Permintaan Dukungan Mahfud Md sebagai Cawapres Jokowi pada 5 Tahun yang Lalu

Harus dibaca

Ganjar Mengulas Permintaan Dukungan Mahfud Md sebagai Cawapres Jokowi pada 5 Tahun yang Lalu

Calon presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo, mengenang kembali momen lima tahun lalu saat Mahfud Md disebut meminta dukungan untuk maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo atau Jokowi. Bagi Ganjar, peristiwa itu bukan sekadar bagian dari perjalanan politik, melainkan juga rangkaian pertemuan panjang yang sudah terjalin sejak lama di Yogyakarta.

Pertemuan di rumah dinas Semarang

Ganjar menceritakan, beberapa hari sebelum momen tersebut, Mahfud datang ke rumah dinasnya di Semarang. Keduanya makan bersama dan berbincang di meja makan, sesuatu yang menurut Ganjar jarang ia lakukan dengan tamu di rumah dinas.

“Beliau satu-satunya yang saya undang untuk masuk, untuk diskusi, dan beliau sampaikan ‘Mas Ganjar tolong dukung saya, InsyaAllah saya mau jadi cawapres’. Pasti saya dukung. Kemudian kita membuat diskusi-diskusi di UGM, waktu itu hadir beliau, kita diskusi, tapi tidak jadi,” kata Ganjar di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (4/12/2023).

Hubungan lama sejak masa kuliah

Ganjar mengaku sudah mengenal Mahfud cukup lama. Keduanya sama-sama menempuh pendidikan di Yogyakarta dan melalui proses panjang sebelum akhirnya sempat menjahit baju putih yang disiapkan untuk mendampingi Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019.

Namun, menurut Ganjar, arah politik kemudian berubah. Baju yang sudah disiapkan itu tak pernah dipakai pada saat itu. Ia menyebut ada hal yang tidak bisa dipastikan manusia, termasuk dalam urusan politik.

“Ternyata Allah berkehendak berbeda, baju itu disimpan dan ternyata kira-kira mungkin begini, ‘Prof Mahfud baju kelak nanti akan kamu pakai lima tahun lagi’. Dan itulah proses-proses yang secara spiritual manusia tidak pernah tahu,” ujarnya.

Tiga persoalan yang terus dibahas

Sebelum resmi menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden, Ganjar mengatakan dirinya dan Mahfud kerap berdiskusi soal sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat. Dari pembicaraan itu, ada tiga hal yang menurutnya paling menonjol.

Pertama, soal daya beli masyarakat yang menurun karena pendapatan kecil. Kedua, kesulitan mencari pekerjaan yang masih menjadi keluhan banyak orang. Ketiga, soal tata kelola pemerintahan yang harus bersih dan tidak memberi ruang bagi korupsi, kolusi, serta nepotisme.

“Satu, hari ini banyak masyarakat daya belinya turun karena pendapatannya kecil. Yang kedua, masyarakat hari ini lagi bercerita mencari cara kenapa mendapatkan pekerjaan itu sulit. Dan yang ketiga, ini yang sering kami diskusikan adalah bagaimana pemerintah ini melayani dengan baik dan tidak korupsi, kolusi, dan nepotisme,” kata Ganjar Pranowo menandaskan.

Berita Terbaru