Arsjad Minta Relawan Rebut Jakarta, Target 71 Persen Suara untuk Ganjar-Mahfud
Jakarta — Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Arsjad Rasjid, menegaskan bahwa DKI Jakarta menjadi salah satu medan penting yang harus dimenangkan dalam Pilpres 2024. Ia bahkan meminta agar suara di ibu kota direbut dari pasangan lain dengan target tak kecil: 71 persen.
Jakarta Jadi Pusat Pertarungan Suara
Arsjad mengatakan, perhatian utama kampanye tidak boleh terpecah. Menurut dia, ada lima wilayah besar yang harus terus didorong secara maksimal, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten. Dari semua daerah itu, Jakarta disebutnya punya pengaruh yang luas terhadap daerah lain.
“Kita harus dorong lagi semangat dan fokus pada empat wilayah besar kita, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten,” ujar dia.
Ia menilai, perilaku pemilih di sejumlah daerah sering kali ikut terbentuk oleh dinamika politik di Jakarta. Karena itu, menurut dia, kemenangan di ibu kota akan memberi efek berantai yang penting bagi peta elektoral nasional.
“Kenapa Jakarta, pemilih daerah cenderung mengikuti apa yang terjadi di Jakarta. Karena dipenuhi oleh basis lawan, kita harus optimis, kita harus rebut, rebut Jakarta. Kita harus memenangkan 71 persen di Jakarta, bisa? Harus!” ucap dia.
Waktu Kampanye Kian Sempit
Arsjad juga mengingatkan bahwa perjuangan untuk mengamankan kemenangan Ganjar-Mahfud masih panjang, tetapi ruang gerak yang tersisa semakin terbatas. Dengan hitungan hari yang terus menyusut, ia meminta seluruh relawan dan pendukung bergerak lebih disiplin dan terkoordinasi.
Menurut dia, kerja kampanye tidak cukup hanya mengandalkan semangat, tetapi juga harus dilakukan secara taktis dan sistematis. Semua unsur pendukung, termasuk relawan dan aset yang dimiliki tim, diminta terintegrasi secara maksimal agar upaya pemenangan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Waktu kita tinggal 79 hari lagi. Pergerakan kita ini tinggal 79 hari lagi, pergerakan TPN relawan dan aset pendukung lainnya harus terintegrasi maksimal. Kita harus kerja cerdas, kerja keras melakukan kampanye yang taktis dan sistematis,” imbuh Arsjad.
