JAKARTA — Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dengan cara yang disebut mereka sebagai satu tekad dan satu komando. Deklarasi ini tak sekadar simbol politik, melainkan juga upaya menggerakkan jejaring pasar yang selama ini menjadi ruang interaksi ekonomi sekaligus arus informasi yang cepat menyebar.
Pasar Jadi Kunci Penyebaran Dukungan
Sudaryono menjelaskan, APPSI akan turun langsung meyakinkan berbagai pihak yang beraktivitas di pasar untuk ikut mendukung Prabowo-Gibran. Mereka yang disasar bukan hanya pedagang, tetapi juga kuli, tukang becak, tukang parkir, penjaga toilet, hingga para pembeli. Menurut dia, pasar punya posisi penting karena di sanalah informasi, termasuk visi dan misi pasangan calon, dapat menyebar dengan cepat dari satu orang ke orang lain.
Dalam deklarasi itu, APPSI juga menyatakan kesiapan mengampanyekan program-program Prabowo-Gibran. Dukungan tersebut diposisikan sebagai gerakan kolektif dari lingkungan pasar, yang selama ini kerap menjadi cermin langsung denyut kehidupan masyarakat bawah.
Prabowo Hadir Virtual, Tekankan Pengabdian
Prabowo semula dijadwalkan hadir langsung dalam deklarasi tersebut. Namun, karena harus bertemu dengan Presiden Joko Widodo, ia akhirnya mengikuti kegiatan itu secara virtual. Dalam sambutannya, Prabowo kembali menegaskan niatnya untuk mengabdi kepada rakyat Indonesia.
“Saya ingin berbakti, saya ingin berbuat baik untuk rakyat Indonesia. Saya ingin memimpin kebangkitan bangsa Indonesia. Saya ingin memimpin pemerintah yang akan menghilangkan kemiskinan. Saya ingin melihat rakyat Indonesia sejahtera. Saya ingin melihat seluruh bapak-bapak Indonesia senyum kalau lihat anaknya pulang sekolah. Saya ingin melihat anak-anak Indonesia sekolah dengan benar, tumbuh kuat, cerdas. Itu cita-cita pendiri bangsa kita. Itu cita-cita mereka yang luhur,” ujarnya.
Pesan Soal Pilihan dan Uang
Di hadapan pendukungnya, Prabowo juga mengingatkan masyarakat agar tetap memilih sesuai hati nurani. Ia bahkan menyindir praktik politik uang dengan menyarankan warga tidak terpengaruh oleh pemberian sesaat. Jika ada yang mencoba merayu dengan uang, menurut dia, uang itu boleh saja diambil, tetapi pilihan tetap harus ditentukan oleh nurani.
“Tidak masalah ambil saja uang itu, tapi tetap memilih dengan hati nurani. Memilih untuk kepentingan anak dan cucu. Biar mereka sia-sia karena uang itu sesungguhnya adalah milik rakyat Indonesia. Mereka gunakan (uang itu) untuk menipu rakyat,” tutur Prabowo.
