10.2 C
Munich

Mahfud Md Menerima Aspirasi dari Organisasi Penyandang Disabilitas

Harus dibaca

Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD, menerima sejumlah aspirasi dari perwakilan organisasi, pegiat, dan penyandang disabilitas perempuan dalam pertemuan di Posko Teuku Umar 9, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2023) malam. Dalam dialog itu, para peserta menyampaikan beragam persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, termasuk minimnya dukungan pemerintah bagi penyandang disabilitas.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para pegiat difabel untuk memaparkan kebutuhan yang selama ini dinilai belum tertangani secara memadai. Mahfud menanggapi masukan itu dengan menekankan pentingnya penataan ulang akses dan pendataan masalah secara lebih rinci. Menurut dia, persoalan disabilitas tidak bisa diperlakukan seragam karena tiap kelompok memiliki kebutuhan yang berbeda.

Mahfud: Kebijakan tak bisa disamaratakan

Mahfud mengatakan, pemerintah perlu melihat disabilitas sebagai kondisi yang beragam, bukan satu kategori tunggal yang bisa diselesaikan dengan kebijakan yang sama. Ia mencontohkan kebutuhan penyandang cerebral palsy yang menurutnya sangat berbeda dan memerlukan perhatian khusus. “Disabilitas itu tidak sembarang disabilitas sehingga dibuat kebijakan yang seragam tidak bisa,” ujar Mahfud.

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga menyinggung bahwa pemerintah sebenarnya telah mengatur kewajiban penyediaan kuota kerja bagi penyandang disabilitas, baik di instansi pemerintah maupun sektor swasta. Namun, ia mengakui pelaksanaannya di lapangan masih menyisakan kekurangan.

Hak warga negara menurut UUD

Mahfud menegaskan, keluhan yang ia terima malam itu menunjukkan bahwa perhatian negara terhadap penyandang disabilitas memang masih harus diperkuat. Ia mengaitkan hal itu dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) yang menyebut setiap warga negara memiliki hak yang sama di hadapan negara.

“Kalau artinya hak asasi jadi kalau orang sehat maupun tidak sehat itu menjadi tanggung jawab negara untuk menjamin hak-haknya,” kata Mahfud. Ia menambahkan, masukan dari para penyandang disabilitas akan menjadi bahan untuk menata kembali persoalan yang selama ini belum tertangani secara menyeluruh.

Berita Terbaru