Rembang — Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep mendatangi Kompleks Pelabuhan Perikanan Tasikagung, Rembang, Jawa Tengah, untuk mendengar langsung keluhan para nelayan. Dalam pertemuan itu, Kaesang berjanji akan menyampaikan aspirasi yang ia terima kepada pasangan Prabowo-Gibran.
Kaesang janji sampaikan keluhan nelayan
Di hadapan para nelayan, Kaesang mengatakan seluruh masukan yang disampaikan akan diteruskan kepada Prabowo dan Gibran. Ia menyebut langkah itu sebagai bentuk tindak lanjut atas aspirasi warga pesisir yang datang langsung kepadanya.
"Bapak, bapak dan ibu-ibu semua, terima kasih tadi saya sudah tampung semua, nanti saya serahkan ke Pak Prabowo dan Mas Gibran. Nanti akan kami sampaikan secara langsung," kata Kaesang Pangarep di Tasikagung, Rembang, Jawa Tengah, seperti dalam siaran tertulisnya, Minggu (17/12/2023).
Kaesang juga sempat menanyakan apakah Prabowo-Gibran pernah berkunjung ke Rembang. Jika belum, ia mengatakan akan meminta keduanya datang ke daerah tersebut.
"Kalau enggak nanti saya minta beliau-beliau untuk bisa datang ke sini kan juga bagus. Udah pernah datang ke sini belum?" tanya Kaesang.
"Belum," jawab nelayan.
"Nanti saya minta untuk beliau-beliau biar datang, wong deket dari Solo ke sini. Matur nuwun sanget ibu, ibu kalian bapak, bapak," kata Kaesang.
Nelayan minta izin dan biaya operasional dipermudah
Pertemuan itu menjadi ruang bagi para nelayan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Mereka berharap proses perizinan berlayar dibuat lebih sederhana, sementara pajak kapal dan harga bahan bakar minyak diturunkan agar usaha mereka lebih ringan.
"Surat izin dipermudah, berlayar dipermudah, dan BBM diturunkan, pajak kapal diturunkan, yang penting masyarakat nelayan semua sejahtera, makmur, nggih, itu saja permintaan saya Mas Kaesang," kata salah seorang nelayan.
Keluhan itu menegaskan bahwa bagi para nelayan, persoalan utama bukan hanya hasil tangkapan, melainkan juga biaya dan aturan yang mereka hadapi saat hendak melaut. Di tengah harapan akan perhatian pemerintah, pertemuan singkat di Tasikagung itu menjadi ajang menyuarakan kebutuhan dasar yang selama ini mereka anggap mendesak.
