Siti Atikoh: Ganjar-Mahfud Akan Meningkatkan Efektivitas Beasiswa dan Peran Pesantren
Surabaya — Siti Atikoh menilai pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD memiliki peluang besar untuk memperkuat efektivitas program beasiswa sekaligus mendorong peran pesantren dalam pembangunan. Penilaian itu mencuat dalam perbincangan yang juga menyoroti pentingnya pemimpin yang peka terhadap suara warga dan tidak jauh dari persoalan sehari-hari masyarakat.
Dipandang lebih dekat dengan aspirasi rakyat
Yenny menyebut Ganjar-Mahfud sebagai pasangan yang mau mendengar suara rakyat dan menjunjung tinggi demokrasi. Menurut dia, kepemimpinan seperti itu dibutuhkan agar kebijakan yang lahir tidak berjarak dengan kebutuhan di lapangan. Ia menegaskan pilihannya didasari harapan agar Indonesia dipimpin oleh sosok yang terbuka terhadap masukan publik, memegang teguh demokrasi, dan serius memerangi korupsi.
“Ini semua karena saya ingin Indonesia dipimpin orang yang mau mendengarkan rakyat yang menjunjung demokrasi, mau memerangi korupsi,” tuturnya.
Warga menilai Atikoh merakyat
Di sisi lain, salah satu warga asal Surabaya, Lilik Kholifah, mengaku terkesan dengan sosok Atikoh. Ia menilai Atikoh tampil sederhana, cerdas, dan mampu memberi rasa nyaman dalam pertemuan tersebut. Bagi Lilik, kesan pertama itu menunjukkan figur yang tidak berjarak dengan masyarakat serta punya kemampuan mengayomi.
“Saya senang dengan Bu Atikoh, walaupun ini pertama kali ketemu tapi orangnya merakyat, cerdas, terlihat bisa mengayomi. Bisa menjangkau persoalan yang sebelumnya kurang diperhatikan,” imbuhnya.
Harapan pada kebijakan yang lebih menyentuh
Pandangan itu memperlihatkan harapan publik agar pasangan pemimpin ke depan tidak hanya membawa janji besar, tetapi juga menghadirkan kebijakan yang lebih efektif dan menyentuh kebutuhan kelompok yang selama ini kerap luput dari perhatian. Dalam konteks itu, beasiswa dan pesantren disebut sebagai dua ruang penting yang perlu mendapat perhatian lebih serius agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
