20.1 C
Munich

Tantangan dalam Debat: Menurut Ganjar, Lawan Berat Hanya Biasa Saja dan Semua Sama

Harus dibaca

Bekasi, Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo memilih merendah saat ditanya soal peta kekuatan lawan dalam debat Pilpres 2024. Ia menilai tidak ada kandidat yang patut diposisikan sebagai lawan berat maupun ringan. Bagi Ganjar, semua peserta debat berada dalam posisi yang setara dan sama-sama punya peluang untuk tampil maksimal.

Ganjar: Semua Kandidat Punya Kesempatan Sama

Pernyataan itu disampaikan Ganjar di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/12/2023), ketika merespons pertanyaan mengenai siapa lawan terkuat dalam debat capres maupun cawapres. Dengan singkat, ia menepis anggapan adanya kandidat yang harus lebih diwaspadai dibanding yang lain.

"Ya nggak lah biasa aja," kata Ganjar.

Ia kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memberi label khusus kepada lawan debat. Menurut dia, setiap kandidat memiliki ruang yang sama untuk menyampaikan gagasan, menjawab pertanyaan, dan meyakinkan publik.

"Semua punya kesempatan sama ya," sambungnya.

Siap Debat dengan Format Apa Pun

Selain soal lawan debat, Ganjar juga menanggapi wacana perubahan format debat berikutnya yang disebut-sebut berbentuk town hall. Ia menyatakan siap mengikuti format apa pun yang diputuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kalau debat sih saya serahkan kepada KPU, kita siap dimana aja sih," ujar Ganjar.

Ia bahkan menyebut tidak mempermasalahkan jika debat digelar tanpa podium. Bagi Ganjar, hal-hal teknis semacam itu bukan persoalan utama dalam sebuah debat publik.

"Kalau saya sih nggak terlalu penting ya, pakai podium atau tidak, saya tuh siap diajak apa aja, pakai podium, nggak pakai podium," jelasnya.

Fokus pada Isi, Bukan Gimmick

Sikap Ganjar itu memperlihatkan bahwa ia ingin menempatkan substansi debat di atas urusan teknis panggung. Di tengah perdebatan soal format, ia memilih menegaskan kesiapan ketimbang ikut larut dalam perdebatan soal perlengkapan atau tata letak panggung.

Dengan posisi seperti itu, Ganjar tampak ingin mengirim pesan bahwa yang paling penting dalam debat adalah isi gagasan dan kemampuan menjawab persoalan, bukan sekadar tampilan di atas panggung.

Berita Terbaru