Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menanggapi video yang beredar luas dan menampilkan pernyataan Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, terkait istilah “Ndas Mu”. Menurut Dasco, potongan video itu telah dibahas secara berlebihan dan dipelintir sehingga memunculkan tafsir yang jauh dari konteks aslinya.
Dasco menilai publik saat ini sudah cukup cermat dalam menyikapi potongan-potongan video yang viral di media sosial. Ia menyebut masyarakat bisa membedakan mana pernyataan yang utuh dan mana yang sengaja dipotong untuk memancing kegaduhan. “Itu dibasek-basikan, masyarakat sudah bijaksana,” kata Dasco menanggapi polemik tersebut.
Respons Gerindra atas video yang beredar
Video yang memuat cuplikan ucapan Prabowo itu belakangan ramai diperbincangkan dan menuai beragam respons. Di tengah sorotan tersebut, Dasco memilih tidak memperpanjang polemik. Ia menegaskan bahwa isu semacam ini kerap muncul menjelang momentum politik dan sering kali dibesar-besarkan tanpa melihat konteks utuh pembicaraan.
Gerindra, kata Dasco, tidak ingin larut dalam narasi yang dibangun dari penggalan video semata. Sikap itu sekaligus menjadi penegasan bahwa pihaknya menganggap publik kini lebih matang dalam menerima informasi, terutama di tengah derasnya arus konten di media sosial.
Publik diminta melihat konteks secara utuh
Dasco juga mengisyaratkan bahwa penilaian terhadap sebuah pernyataan tidak semestinya berhenti pada potongan singkat yang beredar di internet. Dalam situasi seperti ini, konteks menjadi penting agar makna ucapan tidak bergeser. Karena itu, ia menilai masyarakat sudah cukup bijaksana untuk tidak mudah terprovokasi oleh cuplikan yang sengaja diangkat berulang-ulang.
Isu video viral Prabowo kembali menunjukkan bagaimana satu potongan pernyataan bisa memantik perdebatan luas di ruang publik. Namun bagi Gerindra, perhatian utama bukan pada gaduhnya komentar di media sosial, melainkan pada kemampuan publik memilah informasi secara lebih tenang dan proporsional.
