17.6 C
Munich

Anies mengusulkan kontrak kerja sama kepada petani bawang di Brebes untuk menjaga harga tetap

Harus dibaca

BREBES — Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan, menjadikan pertemuannya dengan petani bawang di Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu 23 Desember 2023 malam, sebagai panggung untuk menawarkan solusi atas persoalan yang selama ini berulang: harga hasil panen yang tak pernah benar-benar bisa diprediksi.

Di hadapan para petani yang menyambut kedatangannya dengan meriah, Anies mengusung contract farming atau kontrak kerja sama pembelian hasil panen. Skema itu, kata dia, dirancang agar petani tidak lagi berjalan dalam ketidakpastian saat menanam, merawat, hingga memanen bawang merah maupun komoditas pangan lain.

Janji kepastian bagi petani

“Malam ini di Larangan, Brebes, kita mengadakan perjanjian untuk pembelian hasil panen. Jaminan hasil panen, sebuah program yang kita luncurkan, yang biasa kita sebut contract farming,” kata Anies seusai pertemuan dengan para petani.

Menurut Anies, kontrak tersebut akan berlaku selama lima tahun. Dengan adanya kesepakatan sejak awal, harga bahan pertanian diharapkan lebih stabil dan petani bisa bekerja tanpa dihantui kekhawatiran soal pasar. Ia menekankan, ketika pembeli dan harga sudah ditentukan sejak awal, petani memiliki pegangan yang jelas sebelum turun ke lahan.

Skema lama yang dibawa ke Brebes

Anies menyebut contract farming bukan gagasan baru. Ia mengklaim skema serupa pernah diterapkannya saat menjabat gubernur DKI Jakarta. Dalam pandangannya, kontrak pembelian hasil panen juga dapat membuka akses petani ke perbankan karena dokumen kerja sama itu bisa menjadi dasar untuk memperoleh modal, termasuk untuk membeli alat-alat pertanian.

“Sekali kontrak, maka dia bisa menggunakan itu ke bank untuk modal beli alat-alat pertanian, kredit alat-alat pertanian. Kenapa? Karena ini kontrak sehingga produksinya akan meningkat dan rasa tenang, tidak khawatir,” ujar Anies.

Tidak hanya bawang merah

Anies juga mengatakan, skema tersebut tidak terbatas untuk bawang merah. Ia menyebut komoditas pokok lain seperti beras dan cabai juga bisa masuk dalam pola kerja sama yang sama. Menurut dia, kepastian pasar semacam ini penting agar petani tidak terus bergantung pada fluktuasi harga yang sering kali merugikan mereka saat panen raya.

“Kalau beras, gausah khawatir harga beras jatuh,” tuturnya.

Di Brebes, daerah yang dikenal sebagai salah satu sentra bawang merah, tawaran itu tampak diarahkan langsung pada persoalan yang paling dekat dengan keseharian petani: harga yang naik turun, biaya produksi yang terus berjalan, dan kepastian pembeli yang kerap datang terlambat. Dalam konteks itu, contract farming bukan sekadar program, melainkan janji untuk mengurangi jarak antara ladang dan pasar.

Berita Terbaru