18.1 C
Munich

Ma’ruf Amin: Debat Capres Harus Lebih Fokus pada Isu HAM hingga Kemiskinan

Harus dibaca

Ma’ruf Amin: Debat Capres Harus Lebih Fokus pada Isu HAM hingga Kemiskinan

Jakarta — Wakil Presiden Ma’ruf Amin menilai kualitas pemilu tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh cara seluruh proses dijalankan. Karena itu, ia meminta penyelenggara, pengawas, hingga peserta pemilu menjaga integritas dan tidak memunculkan perilaku yang dinilainya kurang sehat dalam kontestasi demokrasi.

Ma’ruf menekankan, pemilu semestinya menjadi ruang adu gagasan yang tertib dan adil. Menurut dia, jika seluruh pihak bekerja sesuai aturan, maka hasil yang lahir dari proses tersebut juga akan lebih dapat diterima publik.

“Saya kira yang penting itu memang tidak ada perilaku-perilaku yang kurang demokratis, baik dari penyelenggara Pemilu, dari aparat, termasuk dari peserta Pemilu itu sendiri, jangan ada juga perilaku yang tidak sehat. Kalau semua berjalan baik, saya kira diharapkan hasilnya juga baik,” ujar Ma’ruf, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (28/12/2023).

Debat Jangan Melebar ke Mana-mana

Ma’ruf juga menyoroti format debat calon presiden dan calon wakil presiden yang menurut dia sebaiknya lebih tajam dan terfokus. Ia mengusulkan agar debat diarahkan pada isu-isu yang benar-benar menyentuh kebutuhan publik, seperti hak asasi manusia, demokrasi, pendidikan, dan kemiskinan.

Ia menilai, alur debat yang ideal adalah tanya jawab per isu, bukan sekadar saling menanggapi secara umum. Dengan begitu, publik bisa melihat langsung sejauh mana para kandidat memahami persoalan dan menawarkan solusi.

“Sebenarnya seperti itu yang diharapkan, ada pertanyaan kemudian dijawab, tetapi per isu saja. Misalnya isu HAM diperdebatkan berapa lama kemudian istirahat, isu demokrasi, pendidikan, kemiskinan. Saya kira begitu,” kata Ma’ruf.

Masukan untuk Kualitas Debat ke Depan

Menanggapi jalannya debat yang sudah berlangsung, Ma’ruf menilai format yang ada sejauh ini tidak jauh berbeda dengan pengalaman dirinya ketika menjadi calon wakil presiden pada pemilihan sebelumnya. Namun, ia mengakui ada sejumlah catatan dari pengamat yang mendorong agar debat ke depan dibuat lebih berkualitas.

Menurut dia, kritik yang muncul, termasuk soal panelis yang dinilai belum cukup dalam menggali pertanyaan, patut menjadi bahan evaluasi. Ma’ruf tidak menampik bahwa masih ada ruang untuk memperbaiki cara debat disusun agar lebih substantif dan tidak sekadar menjadi ajang seremonial politik.

“Dari banyak pengamat itu memang ada yang mengkritisi. Misalnya panelis tidak bisa memperdalam pertanyaan, dan sebagainya. Saya kira banyak pandangan yang ingin lebih baik lagi (ke depan),” ujarnya.

KPU Diminta Jaga Perlakuan yang Setara

Di bagian lain, Ma’ruf juga menitipkan pesan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar tetap bersikap adil kepada seluruh kontestan. Ia menilai, ketidakadilan sekecil apa pun dapat memicu kecurigaan, lalu berkembang menjadi protes dan berpotensi menimbulkan persoalan yang lebih besar.

“Penyelenggara Pemilu harus betul-betul adil kepada semua. Jangan sampai ada yang terkesan ada yang dibedakan, sehingga muncul protes-protes,” tegas dia.

Berita Terbaru