16 C
Munich

Penjelasan Panitia Penyelenggara Debat Cawapres tentang Penggunaan 3 Mikrofon oleh Gibran

Harus dibaca

JAKARTA — Panitia penyelenggara debat perdana calon wakil presiden akhirnya buka suara menyusul sorotan publik atas penggunaan tiga mikrofon oleh cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, dalam debat pada Jumat, 22 Desember 2023. Penjelasan itu disampaikan untuk meluruskan spekulasi yang berkembang setelah tayangan debat ramai diperbincangkan di ruang publik.

Panitia Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima langsung dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari, panitia stasiun televisi penyelenggara debat menegaskan tidak ada keistimewaan atau preferensi bagi calon mana pun. Seluruh persiapan debat, menurut panitia, dilakukan terbuka di bawah arahan KPU dengan melibatkan semua tim pasangan calon.

“Segala hal ihwal menyangkut persiapan debat dilaksanakan terbuka di bawah arahan KPU, dengan mengundang semua tim paslon dengan diskusi yang sangat rinci menyangkut materi debat, panelis, desain panggung hingga pengaturan lighting dan bahkan jenis mikrofon yang akan dipakai,” tulis keterangan resmi panitia televisi penyelenggara debat, Senin (25/12/2023).

Jenis Mikrofon Sama untuk Semua Cawapres

Panitia menjelaskan bahwa prinsip utama yang diminta KPU adalah kesetaraan dan keadilan bagi seluruh peserta. Tujuannya, agar pesan dalam debat dapat tersampaikan kepada publik secara maksimal. Prinsip itu juga mencakup jatah waktu berbicara, jumlah tim pendukung, hingga pengaturan tone dan volume mikrofon.

Dalam penjelasan tersebut, panitia menegaskan bahwa ketiga cawapres menggunakan tiga jenis mikrofon yang sama. Pertama, mikrofon skin tone countryman yang ditempel di pipi melalui cantolan telinga, dengan kabel melingkar di belakang leher dan transmitter bodypack yang dipasang di celana, pinggang belakang, atau saku celana. Kedua, mikrofon clip-on bodypack yang menempel di baju dengan transmitter serupa. Ketiga, mikrofon tangan WHM (wireless handheld microphone) yang tersedia di tiap podium peserta.

Mic Cak Imin Sempat Lepas, Suara Tetap Jernih

Panitia juga menjelaskan bahwa dalam debat cawapres tersebut, mikrofon clip-on milik cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sempat terlepas beberapa saat. Kondisi itu diduga terjadi karena Cak Imin mengenakan sarung yang dikalungkan di leher.

Meski begitu, kualitas suara yang diterima penonton di layar disebut tetap prima karena tersedia dua mikrofon cadangan yang langsung mengambil alih fungsi clip-on tersebut.

Suara ‘Udah’ Ternyata dari Moderator

Panitia juga menanggapi suara “udah” yang sempat diduga berasal dari perempuan dan terdengar menjelang akhir acara. Dari hasil penelusuran mereka, suara itu bukan bagian dari intervensi teknis, melainkan milik moderator debat perempuan, Liviana Cherlisa, yang sedang berkoordinasi dengan mitra moderatornya, Alfito Deannova.

“Pernyataan ini kami sampaikan sebagai tanggung jawab pelaksana acara untuk memastikan penyelenggaraan debat cawapres telah berlangsung dengan adil, non-diskriminatif dan berkualitas,” tegas panitia. Mereka menambahkan, “Misi kami sebagai media dalam pemilu adalah berkontribusi maksimal pada terpilihnya calon pemimpin terbaik bagi bangsa.”

Sebagai informasi, konsorsium stasiun televisi penyelenggara debat capres ke-2 yakni Transmedia, Kompas TV, dan BTV.

Berita Terbaru