Di tengah memanasnya situasi geopolitik dunia, suara diaspora muda Indonesia di luar negeri kembali mendapat panggung. Melalui diskusi akhir tahun bertajuk “Dinamika Geopolitik di Eropa dalam Pandangan Diaspora Muda Indonesia”, relawan Kawan Muda Indonesia (KMI) bersama Fanta Diaspora mengangkat satu pesan utama: generasi muda tak boleh abai terhadap masa depan politik bangsa, termasuk hak pilih mereka di Pilpres 2024.
Fanta Diaspora merupakan bagian dari TKN Fanta Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang fokus menjangkau warga negara Indonesia muda yang bermukim di luar negeri. Forum ini mempertemukan peserta dari London dan sejumlah narasumber yang hadir secara daring, dengan latar pembahasan yang tidak hanya menyentuh politik domestik, tetapi juga dampak konflik global terhadap kehidupan diaspora Indonesia.
Arief Rosyid: Hak pilih jangan disia-siakan
Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran, Arief Rosyid Hasan, membuka acara dengan penekanan pada pentingnya orang muda menggunakan hak suaranya. Menurut dia, bonus demografi yang tengah dihadapi Indonesia membuat posisi generasi muda semakin menentukan dalam arah kebijakan nasional.
Arief juga menyinggung pasangan calon nomor urut dua yang menurut dia memiliki keberpihakan terhadap anak muda. “Saya melihat paslon 02, dengan cawapres muda Gibran Rakabuming Raka, tentu memiliki pemahaman yang genuine, komitmen dan keberpihakan kepada orang muda,” kata Arief. Sebelumnya, ia pernah menjabat Wakil Direktur Pemilih Muda pada era TKN Jokowi-Ma’ruf 2018.
Suara diaspora dan pengalaman politik di Inggris
Dari London, hadir Ketua DPLN PSI UK Shandy Adiguna dan Ketua DPLN Partai Gerindra UK Cynthia Hapsarie. Sementara itu, secara daring turut bergabung Wakil Komandan TKN Fanta Prabowo-Gibran Ulta Levenia Nababan, politisi muda Inggris Thelma Odoi, caleg PSI Dapil Jakarta II dan Luar Negeri yang juga Wakil Sekjen DPP PSI Marsha Damita Siagian, Juru Bicara muda PAN Faiz Arsyad, serta mahasiswa Indonesia di Inggris, Alia Rizki.
Thelma Odoi membagikan pengalamannya meniti karier sebagai politisi muda di Inggris. Ia mendorong anak muda Indonesia untuk tidak ragu masuk ke partai politik jika ingin terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan. Menurut dia, keterlibatan sejak dini penting agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam demokrasi.
Geopolitik global dan kepemimpinan nasional
Ulta Levenia Nababan menekankan pentingnya kepemimpinan nasional yang kuat, terutama di tengah situasi internasional yang makin kompleks. Peneliti bidang terorisme itu menyebut pemahaman geopolitik dan pertahanan-keamanan menjadi kebutuhan mendesak, mengingat konflik Rusia-Ukraina, perang Israel-Palestina, serta rivalitas Amerika-China yang terus memengaruhi stabilitas dunia.
“Terutama mengingat meningkatnya tensi politik global karena perang Rusia-Ukraina, perang Israel-Palestina maupun rivalitas Amerika-China. Indonesia harus berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia serta menghadirkan stabilitas global,” ujar Ulta.
Di sisi lain, Faiz Arsyad yang kini tinggal di Rusia memaparkan pengalaman pelajar Indonesia saat agresi militer Rusia ke Ukraina. Ia mengatakan, meski serangan itu bukan peristiwa pertama yang dilakukan Rusia, dampaknya tetap terasa luas bagi warga, termasuk mereka yang berada di Rusia dan mengikuti perkembangan perang dari dekat.
