Anies Baswedan dan Mahfud Md ikut meramaikan TikTok di tengah masa kampanye. Namun, bagi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, apa yang dilakukan keduanya tak bisa disamakan dengan gaya Gibran Rakabuming Raka yang lebih dulu tampil lewat live streaming game Mobile Legends.
Live TikTok jadi panggung baru kandidat
Ramainya penggunaan TikTok oleh para kandidat menandai semakin kuatnya media sosial sebagai ruang kampanye yang langsung menyentuh pemilih muda. Sebelumnya, capres nomor urut 1 Anies Baswedan sempat menarik perhatian saat melakukan siaran langsung di TikTok. Tak lama berselang, cawapres nomor urut 3 Mahfud Md juga melakukan hal serupa.
Anies menggelar live TikTok melalui akun miliknya bertajuk “Temani Saya di Jalan” saat dalam perjalanan kunjungan ke Jawa Timur, Jumat (29/12). Siaran langsung itu menyedot perhatian besar. Dalam 27 menit, tercatat 302.700 akun ikut menyaksikan, menandakan tingginya antusiasme warganet terhadap komunikasi politik yang dikemas lebih santai dan terbuka.
Warganet merespons, pertanyaan mengalir bebas
Dalam sesi tersebut, Anies memberi ruang bagi warganet untuk mengajukan pertanyaan apa saja. Pola interaksi ini membuat siaran langsungnya terasa lebih cair dan personal. Seusai live, respon positif mengalir di platform X. Sejumlah warganet menyoroti kedekatan Anies dengan audiens muda, termasuk mereka yang mengaku bukan lagi memiliki ayah hingga penggemar K-pop.
Di sisi lain, Mahfud Md juga ikut menggunakan TikTok sebagai sarana berinteraksi. Dalam kesempatan itu, Mahfud menanggapi pertanyaan dari netizen bernama Swasti yang menyinggung hukum orang yang mencuri sandal usai salat Jumat. Dengan nada santai, Mahfud menjawab bahwa sesuatu yang baik tidak bisa disandingkan dengan yang tidak baik, sehingga tindakan mencuri tetap dilarang.
TKN soroti perbedaan gaya komunikasi
Fenomena ini memicu perbandingan dengan Gibran Rakabuming Raka yang sebelumnya juga tampil di ruang digital dengan format berbeda, yakni live streaming bermain Mobile Legends. TKN menilai, calon lain tidak bisa tampil persis seperti Gibran dalam konteks tersebut. Perbedaan gaya ini memperlihatkan bahwa masing-masing kandidat tengah mencari cara sendiri untuk menjangkau publik, terutama pemilih muda yang aktif di media sosial.
Source: Bachtiarudin Alam/Merdeka.com
