13.2 C
Munich

Ganjar dan Megawati Mengunjungi Gedung Mewah, Ikuti Pertemuan TPN

Harus dibaca

Ganjar Soroti Modernisasi Alutsista di Tengah Anggaran Terbatas, Janji Paparkan Strategi saat Debat

Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menegaskan bahwa modernisasi alat utama sistem persenjataan atau alutsista tidak bisa dipisahkan dari kesiapan sumber daya manusia dan kemampuan negara mengelola anggaran yang terbatas. Di tengah kebutuhan pertahanan yang terus berkembang, Ganjar menyebut memiliki pendekatan tersendiri untuk menjawab tantangan tersebut.

Ganjar mengatakan strategi itu akan ia sampaikan dalam debat ketiga Pemilihan Presiden yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 7 Januari 2024. Debat kali ini mengusung tema pertahanan, keamanan, hubungan internasional, dan geopolitik.

Modernisasi tak cukup hanya beli alat baru

Saat ditemui di Jepara, Jawa Tengah, Selasa (2/12/2024), Ganjar memilih belum membeberkan secara rinci isi strateginya. Ia hanya menegaskan bahwa pembaruan alutsista tidak bisa dipandang sebatas pengadaan peralatan terbaru. Menurut dia, ada persoalan lain yang sama pentingnya, yakni kesiapan operator dan pengguna di lapangan.

“Kita tunggu dalam debat besok,” kata Ganjar.

Dalam pernyataannya di Kabupaten Demak, Selasa, Ganjar juga menyinggung bahwa modernisasi pertahanan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas SDM. Ia menilai, darat, laut, dan udara sama-sama membutuhkan persiapan yang matang agar transisi alutsista tidak menimbulkan kesenjangan kemampuan.

SDM dan alutsista harus bergerak bersama

Ganjar menekankan, pengadaan peralatan yang semakin modern harus diikuti kemampuan personel yang memadai. “Maka darat, laut, udara, sekarang mesti kita siapkan sungguh-sungguh. Dan yang kita tanya adalah penggunanya, jangan sampai penggunanya tidak siap. Maka kalau kita mau bicara transisi alutsista, maka transisinya jangan kejauhan, karena peralatan alutsista makin hari makin modern,” ucap dia.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa menurut Ganjar, kekuatan pertahanan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kesiapan manusia yang mengoperasikannya. Dalam pandangannya, pembaruan sistem persenjataan yang terlalu jauh dari kemampuan SDM justru bisa menimbulkan persoalan baru.

Industri pertahanan dalam negeri perlu terus didorong

Di sisi lain, Ganjar menilai Indonesia sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi sebagian alutsista sendiri. Karena itu, capaian industri pertahanan dalam negeri tersebut, menurut dia, perlu terus didukung agar kebutuhan nasional bisa lebih banyak dipenuhi dari dalam negeri.

“Kalau lah kebutuhan itu tinggi kan lebih baik produksi juga ada dalam negeri, salah satu contoh. Tapi dari sisi politik luar negeri yang lain, memang ada yang kepentingannya langsung terkait dengan kondisi nasional kita,” ujar Ganjar.

Dengan penekanan itu, Ganjar tampak ingin membawa isu pertahanan ke arah yang lebih praktis: bukan hanya soal kekuatan alat, melainkan juga soal kesiapan manusia, industri, dan arah kebijakan yang menopang semuanya.

Berita Terbaru