13.2 C
Munich

Ganjar-Mahfud Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Relawan

Harus dibaca

Ganjar-Mahfud Desak Polisi dan TNI Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Relawan

Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD mengecam rangkaian kekerasan yang menimpa relawan mereka di Sleman, DI Yogyakarta, dan Boyolali, Jawa Tengah. Juru bicara TPN, Aryo Seno Baskoro, menilai peristiwa itu tidak bisa dibiarkan berlalu tanpa proses hukum yang jelas, terlebih karena salah satunya diduga melibatkan oknum anggota TNI.

“Di Sleman (kekerasan) yang terjadi karena bentrokan dengan pendukung paslon (pasangan calon) lain yang mengakibatkan korban jiwa dan di Boyolali yang dilakukan oleh oknum aparat TNI,” ucap Seno, Senin (1/1/2023).

“Kami mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas.”

Kekerasan di Sleman dan Boyolali Jadi Sorotan

Kasus di Sleman terjadi pada Minggu (24/12) di Simpang Tiga Maguwoharjo. Dalam bentrokan itu, satu relawan Ganjar-Mahfud meninggal dunia setelah dianiaya oleh oknum pendukung pasangan capres-cawapres lain. Sementara di Boyolali, penganiayaan terjadi pada Sabtu, 30 Desember 2023, di Jalan Perintis Kemerdekaan, depan Markas Kompi Senapan B Yonif 408/Suhbrastha. Sejumlah relawan Ganjar-Mahfud kemudian harus dirawat di rumah sakit setempat.

TPN, kata Seno, memberi pendampingan hukum bagi para korban hingga prosesnya tuntas. Ia berharap rangkaian kekerasan semacam ini tidak kembali muncul dalam masa Pemilu 2024 yang kian dekat. Menurut dia, pembiaran atas tindakan kekerasan hanya akan memperlebar ketidakpercayaan publik terhadap netralitas aparat.

Netralitas Aparat Dipertaruhkan

Seno menegaskan, kasus ini harus diusut tanpa pandang bulu. Ia bahkan mengingatkan bahwa latar belakang salah satu kontestan, yakni Prabowo Subianto yang berlatar belakang TNI, tidak boleh dijadikan alasan untuk meragukan netralitas institusi dalam menangani dugaan pelanggaran di lapangan.

“Meskipun salah satu kontestan capres, yaitu Pak Prabowo berlatar belakang TNI, kami berharap hal ini tidak mengganggu berjalannya netralitas aparat untuk mengusut pelaku serta motifnya,” kata Seno.

Ganjar Pranowo, lanjut Seno, juga sudah menjenguk korban yang tengah dirawat di salah satu rumah sakit di Boyolali. Langkah itu, menurut dia, bukan sekadar solidaritas kepada korban, melainkan juga penegasan bahwa demokrasi tidak boleh dijalankan di bawah bayang-bayang intimidasi.

TPN Akan Optimalkan Sisa Waktu Menuju Pencoblosan

Seno menyebut, berbagai intimidasi yang dialami pendukung Ganjar-Mahfud sepanjang 2023 membuat kerja pemenangan pasangan nomor urut 3 itu berjalan dalam suasana yang berat. Meski begitu, ia mengklaim dukungan publik justru akan semakin kuat setelah peristiwa-peristiwa tersebut mencuat.

“Kami yakin dengan peristiwa ini akan membuat publik semakin sadar bahwa tidak boleh ada satu pun pihak yang merenggut, memaksa, membatasi hak konstitusionalnya dalam memilih calon pemimpin,” ujar Seno.

Menjelang pencoblosan pada 14 Februari 2024, TPN bersama partai-partai koalisi disebut akan mengonsolidasikan barisan pendukung secara lebih cepat. “Maka 2024 adalah tahun gerak cepat,” kata Seno. “Seluruh partai pengusung, simpatisan, pendukung bergerak semakin cepat mengonsolidasikan kekuatan dan merapatkan barisan.”

Berita Terbaru