JAKARTA — Koalisi Indonesia Muda (KIM) menegaskan langkah politiknya menjelang Pemilihan Presiden 2024 dengan mempercepat gerakan pengawalan suara pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Gibran, hingga ke tingkat tempat pemungutan suara (TPS). Di hadapan para pendukung dan simpatisan, KIM menempatkan anak muda bukan sekadar sebagai pelengkap, melainkan sebagai kekuatan utama dalam menjaga suara dan mengonsolidasikan dukungan di lapangan.
Gerakan Pemuda Diposisikan sebagai Kunci
Dalam kegiatan Kopdarnas KIM, organisasi ini menghadirkan sejumlah pembicara, termasuk Onky, Prayudha Septiadi Wijaya yang dikenal sebagai politisi muda, serta Billy Mambrasar selaku juru bicara TKN paslon 02. Prayudha menekankan bahwa pemuda dan mahasiswa memiliki peran penting dalam mengawal kemenangan Prabowo-Gibran dalam satu putaran pada Pilpres 2024.
“Gerakan Pemuda dan Mahasiswa tentu menjadi energi positif untuk menggalang suara dan meraih kemenangan, karena pemilu 2024 di dominasi oleh pemilih muda,” ujarnya.
Dukungan untuk Prabowo-Gibran Ditegaskan
Dalam kesempatan yang sama, Billy Mambrasar menyampaikan apresiasi atas langkah KIM yang menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran. Menurut dia, keputusan tersebut mencerminkan pembacaan yang tepat terhadap kebutuhan generasi muda, terutama melalui visi dan misi yang diusung dalam Asta Cita.
“Kami mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan hari ini dan menantikan gebrakan selanjutnya dari Koalisi Indonesia Muda,” kata Billy.
Ia menambahkan, visi misi Prabowo-Gibran dinilai paling lengkap dalam merepresentasikan kebutuhan anak muda saat ini. Billy juga menyoroti peran 64 juta UMKM yang disebut menyumbang 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), serta potensi penciptaan 19 juta lapangan kerja baru melalui hilirisasi digital.
“Ini visi misi tersebut tentunya secara spesifik akan menjawab keresahan anak muda dari sisi tenaga kerja, kemiskinan, dan pengangguran,” dia menandasi.
Jaringan KIM Menyebar hingga Luar Negeri
Koalisi Indonesia Muda juga mengklaim telah memiliki koordinator wilayah yang tersebar di 30 provinsi di Indonesia, termasuk perwakilan mahasiswa di luar negeri. Jaringan ini menjadi modal organisasi untuk memperluas kerja-kerja pemenangan sekaligus memastikan pengawalan suara berjalan lebih terstruktur di berbagai daerah.
