16 C
Munich

Ganjar-Mahfud Dikatakan sebagai Pasangan Paling Menguntungkan di Pemilihan Presiden 2024

Harus dibaca

JAKARTA — Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai pasangan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, kini justru berada pada posisi paling menguntungkan dalam kontestasi Pilpres 2024. Menurut dia, kekuatan pasangan itu terletak pada narasi yang tidak menolak capaian pemerintahan Joko Widodo, tetapi juga tidak menutup mata terhadap kekurangannya.

Dianggap Paling Realistis

Emrus menyebut pendekatan tersebut sebagai strategi yang objektif. Ganjar-Mahfud, kata dia, tampil sebagai sosok yang mampu melihat kemajuan sekaligus kekurangan dari pemerintahan Jokowi tanpa terjebak pada sikap memuja atau menafikan.

“Ini merupakan starategi yang objektif. Ganjar-Mahfud muncul sebagai pemimpin yang tidak naif melihat kemajuan dan juga kekurangan dari pemerintah Jokowi,” ucap Emrus.

Selama ini, posisi Ganjar-Mahfud memang kerap dianggap kurang tegas di tengah polarisasi Pilpres 2024. Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengklaim sebagai penerus Jokowi, sementara Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar lebih kuat dipersepsikan sebagai oposisi. Di antara dua kutub itu, Ganjar-Mahfud dinilai berhasil mengambil ruang tengah yang lebih cair dan pragmatis.

Ganjar Menonjol sebagai Penengah

Emrus menilai, penampilan Ganjar dalam debat ketiga Pilpres 2024 mempertegas posisi tersebut. Dalam forum itu, Ganjar disebut tampil sebagai penengah ketika terjadi ketegangan antara Prabowo dan Anies. Namun, di saat yang sama, ia juga tidak ragu melontarkan kritik terhadap kinerja Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang dipimpin Prabowo.

Menurut Emrus, sikap itu menunjukkan bahwa Ganjar tidak sekadar mengikuti arus dukungan terhadap pemerintahan yang sedang berjalan. Ia justru menempatkan diri sebagai figur yang mengakui adanya capaian, tetapi tetap menuntut perbaikan di berbagai sektor.

“Bukan malah diabaikan. Pembangunan yang dibuat Pak Jokowi ada yang sudah bagus, tetapi bukan berarti sempurna. Di sisi lain, banyak yang harus disempurnakan dan yang masih harus dipercepat. Contohnya, saat ini pemerintahan Jokowi belum maksimalnya ekonomi maritim,” ucap Emrus.

Kritik dan Janji Melanjutkan

Dalam salah satu segmen debat, Ganjar sempat diminta menilai kinerja Kemenhan di bawah Prabowo. Ia menjawab tegas dengan memberi skor 5 dari skala 1 sampai 10. Padahal, Kemenhan dikenal sebagai salah satu kementerian dengan anggaran terbesar.

Di luar panggung debat, Ganjar juga beberapa kali melontarkan kritik terhadap pemerintahan Jokowi. Mantan Gubernur Jawa Tengah itu pernah menyebut sektor maritim belum dibangun secara serius pada era Jokowi. Dalam forum publik lain, ia juga memberi skor 5 untuk penegakan hukum di masa pemerintahan yang sama.

Namun, Ganjar tidak sepenuhnya mengambil jarak dari warisan pemerintahan sebelumnya. Berbeda dengan Anies, ia berjanji akan melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) bila terpilih bersama Mahfud MD. Bahkan, Ganjar menjadi capres pertama yang mengunjungi IKN, langkah yang memperkuat kesan bahwa ia memilih jalur keberlanjutan ketimbang konfrontasi.

Berita Terbaru