20.1 C
Munich

Jokowi dan Prabowo Mengomentari Kurang Efisienya Anggaran Stunting Rp 10 M yang Telah Disorot

Harus dibaca

Efisiensi anggaran penanganan stunting kembali menjadi sorotan politik nasional. Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, menilai ada persoalan serius dalam cara negara membelanjakan dana untuk menekan angka stunting, sesuatu yang sebelumnya juga sempat disinggung Presiden Joko Widodo.

Prabowo Singgung Anggaran Rp 10 Miliar

Dalam acara Trimegah Political and Economic Outlook 2024 di Jakarta, Prabowo menyebut Jokowi pernah menemukan contoh anggaran stunting sekitar Rp 10 miliar yang penggunaannya dinilai tidak tepat sasaran. Menurut dia, dari total dana itu, sekitar Rp 8 miliar habis untuk perjalanan dinas, rapat kerja, dan simposium, sementara porsi untuk kebutuhan yang langsung menyentuh anak-anak seperti makanan dan susu justru jauh lebih kecil.

Prabowo menggarisbawahi bahwa persoalan stunting tidak cukup dijawab dengan seremonial atau pertemuan administratif. Di hadapan peserta acara, ia menekankan perlunya perubahan cara pandang dalam mengelola anggaran agar manfaatnya benar-benar terasa di lapangan.

Program Makan Siang dan Susu Gratis

Untuk menjawab persoalan itu, Prabowo bersama calon wakil presidennya, Gibran Rakabuming Raka, mendorong program makan siang dan susu gratis bagi anak sekolah. Menurut Prabowo, kebijakan semacam ini dinilai lebih efisien karena menyasar kebutuhan dasar anak sekaligus menjadi langkah pencegahan stunting.

Ia juga menyebut program serupa telah diterapkan di sekitar 76 negara, termasuk negara-negara dengan pendapatan per kapita lebih rendah dari Indonesia. Dari situ, Prabowo meyakini bahwa intervensi langsung lewat makanan bergizi bukan hanya bantuan sosial, tetapi juga investasi jangka panjang untuk pertumbuhan sumber daya manusia.

Jokowi Pernah Menyampaikan Hal Serupa

Pada Juni 2023, Jokowi juga sempat mengeluhkan bahwa anggaran penanganan stunting seharusnya lebih banyak dialokasikan untuk telur, susu, ikan, daging, sayuran, dan bahan pangan lain yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Ia menyoroti kecenderungan sebagian anggaran habis untuk rapat atau perjalanan dinas, bukan pada kebutuhan gizi yang menjadi inti persoalan.

Prabowo menilai sumber daya yang ada perlu difokuskan kembali pada hal-hal yang paling mendesak. Dalam pandangannya, jika dana benar-benar diarahkan ke pemenuhan gizi anak, maka upaya menekan stunting tidak lagi berhenti pada wacana, melainkan menjadi kebijakan yang bisa dirasakan langsung keluarga di sekolah dan rumah.

Source link

Berita Terbaru