15.5 C
Munich

Korupsi Diduga Terjadi di Laut Cina Selatan Menurut Mahfud Md

Harus dibaca

Jakarta — Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud Md, menilai perdebatan antara “melanjutkan” dan “perubahan” dalam arah pembangunan tak perlu dibenturkan. Menurut dia, keduanya justru bisa berjalan beriringan selama tujuannya tetap sama: membuat Indonesia menjadi lebih unggul.

Mahfud: Melanjutkan dan Mengubah Bukan Lawan

Pandangan itu disampaikan Mahfud saat memaparkan visi yang ia bawa bersama calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, dalam Pilpres 2024. Ia menyebut visi yang diusung keduanya adalah “Indonesia unggul”, yakni Indonesia yang lebih baik dari kondisi sekarang.

Dalam acara Bedah Gagasan dan Visi Calon Pemimpin Bangsa di Universitas Hasanuddin yang disiarkan secara daring, Sabtu (13/1/2024), Mahfud mengatakan ada pertanyaan yang kerap muncul: apakah gagasan Indonesia unggul berarti melanjutkan program pemerintah saat ini atau justru membawa perubahan.

“Ada yang bertanya gini, Pak Indonesia unggul itu melanjutkan program pemerintah yang sekarang atau perubahan. Menurut saya tidak ada pertentangan melanjutkan dan perubahan itu,” kata Mahfud.

Harus Ada yang Dipertahankan, Harus Ada yang Diperbarui

Mahfud menegaskan, membangun negara tidak bisa dilakukan dengan cara memutus semua yang sudah ada, tetapi juga tidak mungkin berjalan tanpa pembaruan. Ia menyebut, dalam pandangan yang ia pegang, hal baik yang sudah ada perlu dijaga, sementara hal yang lebih baik harus dibangun.

“Melanjutkan itu harus mengubah juga, ndak bisa melanjutkan begitu saja. Mengubah itu tidak bisa begitu mengubah, harus ada yang dilanjutkan,” ujar Mahfud.

Ia menambahkan, pendekatan itu sejalan dengan kaidah fiqih yang mengajarkan untuk memelihara hal lama yang baik dan mengambil yang baru jika memang lebih baik. Karena itu, menurut dia, tidak tepat jika melanjutkan dan perubahan ditempatkan sebagai dua kubu yang saling meniadakan.

Jalan Tengah dalam Menata Arah Bangsa

“Jadi tidak usah dipertentang ini apa sih posisinya memperbaharui atau mengubah, melanjutkan ada mengubah ndak ada sama sekali tidak mungkin melanjutkan atau mengubah. Memang harus jalan tengah di dalam kaidah fiqih itu,” sambungnya.

Dengan penjelasan itu, Mahfud berupaya menegaskan bahwa visi Indonesia unggul yang ia tawarkan bukan sekadar slogan politik, melainkan upaya menata ulang arah pembangunan tanpa mengabaikan fondasi yang sudah terbentuk.

Berita Terbaru