Raja Juli: Jokowi Masih Netral, Publik Tunggu Arah Kampanye dalam Dua Pekan Terakhir
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi hingga kini masih menunjukkan sikap netral dalam kontestasi Pemilu 2024. Menurut dia, belum ada pernyataan terbuka dari Jokowi yang secara eksplisit menyatakan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Pernyataan itu disampaikan Raja Juli saat berada di Stadion Mini Parigi Lama, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis (25/1/2024). Ia menilai, secara aturan, presiden maupun menteri tetap memiliki hak untuk ikut kampanye, selama tidak memakai fasilitas negara dan anggaran negara.
Belum Ada Dukungan Terbuka
Raja Juli menegaskan, sejauh ini publik belum melihat sikap Jokowi yang terang-terangan mengarah pada salah satu pasangan calon. Karena itu, ia menyebut posisi Presiden masih berada di wilayah netral.
"So far kan beliau netral. Belum ada (secara) eksplisit bahwa beliau mendukung 02, kan belum ada. Secara eksplisit, beliau mendukung partai anu, kan belum (ada) kan," kata Raja Juli.
Ia juga menyebut masyarakat perlu menunggu perkembangan dalam dua minggu ke depan, mengingat masa kampanye Pemilu 2024 masih berlangsung. Dalam rentang waktu itu, menurut dia, akan terlihat apakah Jokowi menggunakan hak politiknya untuk turun berkampanye atau tetap menjaga jarak.
Hak Kampanye, Asal Tidak Pakai Fasilitas Negara
Raja Juli menggarisbawahi bahwa kepala negara maupun pejabat kabinet memiliki hak yang sama dengan warga negara lainnya untuk menyampaikan dukungan politik. Namun, batas yang ia tekankan cukup jelas: tidak boleh ada penggunaan fasilitas negara dalam aktivitas kampanye.
"Nah, monggo kita tunggu 2 minggu ini (sebelum masa kampanye selesai), apakah Pak Jokowi mempergunakan hak dia sebagai (warga) negara selama batasnya sederhana saja, tidak menggunakan fasilitas negara dan uang negara," ujarnya.
Ia pun menilai publik bisa membaca arah pilihan politik Jokowi, meski ia belum mau memastikan apakah Presiden akan berkampanye untuk PSI atau untuk pasangan capres-cawapres tertentu. Raja Juli memilih menunggu langkah Jokowi dalam sisa waktu kampanye yang ada.
Isyarat yang Ditunggu Publik
Soal kemungkinan Jokowi berkampanye untuk PSI, Raja Juli tidak memberi jawaban tegas. Ia hanya menyebut bahwa arah dukungan itu pada akhirnya akan terlihat dari langkah yang diambil Presiden dalam beberapa hari ke depan.
"Kira-kira bisa ditebaklah. Menurut kamu di mana? Ya nanti tunggu Pak Jokowi lah ya. Ya kita lihat lah nanti perkembangan. Masih ada berapa hari kan (masa kampanye)," ujar Raja Juli.
