12.6 C
Munich

Ketua Bawaslu Mengungkapkan Bahwa 30 Petugas Pengawas Pemilu 2024 Telah Meninggal

Harus dibaca

Jumlah petugas pengawas Pemilu 2024 yang meninggal terus menjadi sorotan setelah Ketua Bawaslu mengungkapkan adanya korban jiwa di sejumlah daerah. Berdasarkan data yang diterima Health Liputan6.com dari Kemenkes RI, sedikitnya 30 petugas pengawas pemilu telah meninggal dunia dengan sebaran kasus yang tidak merata di berbagai provinsi. Angka ini menambah perhatian terhadap beban kerja petugas di lapangan, yang selama masa pemilu kerap menghadapi situasi padat, melelahkan, dan penuh tekanan.

Penyakit Jantung Menjadi Penyebab Terbanyak

Dari data yang dihimpun, penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi dengan 30 kejadian. Setelah itu, tercatat 13 petugas meninggal saat tiba di fasilitas kesehatan atau disebut kematian pada saat kedatangan. Adapun hipertensi dan kecelakaan masing-masing menyebabkan 9 kematian, disusul septic syok sebanyak 8 kasus.

Selain itu, gangguan pernapasan akut dan penyakit serebrovaskular masing-masing tercatat 6 kasus. Diabetes mellitus menyebabkan 4 kematian, sementara kematian jantung mendadak dan kegagalan multi organ masing-masing tercatat 2 kasus. Sejumlah penyebab lain juga muncul, mulai dari asma, sesak napas, dehidrasi, TB paru, hingga penyakit gagal ginjal kronik, masing-masing satu kasus. Sementara itu, penyebab kematian 14 orang lainnya masih dalam proses konfirmasi.

Jawa Barat Catat Kasus Terbanyak

Secara wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah petugas pemilu meninggal tertinggi, yakni 27 orang. Jawa Timur menyusul dengan 24 kasus, kemudian Jawa Tengah 16 kasus, DKI Jakarta 9 kasus, Sulawesi Selatan 7 kasus, Banten 6 kasus, dan Kalimantan Barat 3 kasus.

Di beberapa provinsi lain, jumlah korban jiwa tercatat lebih sedikit namun tetap tersebar luas. Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, dan Gorontalo masing-masing mencatat dua petugas meninggal. Sedangkan Sumatra Barat, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Maluku, dan Sulawesi Utara masing-masing melaporkan satu petugas pemilu meninggal dunia.

Data Kematian Jadi Alarm Serius

Rangkaian angka ini menunjukkan bahwa risiko kesehatan yang dihadapi petugas pengawas pemilu bukan perkara kecil. Di tengah tugas memastikan proses demokrasi berjalan tertib, para petugas justru harus berhadapan dengan ancaman kesehatan yang dalam banyak kasus datang tanpa tanda awal yang jelas. Data dari Kemenkes RI tersebut menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap kondisi fisik petugas di lapangan semestinya tidak kalah penting dibanding kelancaran tahapan pemilu itu sendiri.

Berita Terbaru