Prabowo Minta Mandat Warga Jatim untuk “Bangun Masa Depan” dalam Kampanye di Sidoarjo
Sidoarjo — Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, kembali menegaskan pesan utamanya di penghujung kampanye Pilpres 2024: meminta mandat dari rakyat untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan. Dalam kampanye akbar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (9/2/2024), Prabowo menyebut hari pencoblosan pada 14 Februari akan menentukan arah nasib bangsa.
Di hadapan para pendukungnya, Prabowo berbicara dengan nada emosional saat meminta dukungan masyarakat Jawa Timur. Ia menekankan bahwa mandat yang dimintanya bukan semata untuk dirinya, melainkan untuk membangun masa depan generasi berikutnya.
Prabowo: Saya Minta Mandat untuk Bangun Masa Depan
“Rakyat Indonesia, saudara-saudara sekalian, emak-emak, adik, anak-anakku yang kucintai, saya mohon saya mandat dari saudara-saudara. Saya minta mandat, saya minta izinmu saya minta kau yang mengangkat saya dan Gibran,” kata Prabowo dalam orasinya.
Ia kemudian menambahkan bahwa dukungan rakyat akan menjadi dasar untuk membangun masa depan yang lebih baik. “Hai rakyatku, aku minta kau berikan mandat kepada saya untuk bersama-sama kita bangun masa depan yang baik untuk anak-anak dan cucu-cucu kita,” ujarnya.
Janji Kelola Kekayaan Alam dan Tekan Kemiskinan
Menteri Pertahanan itu juga menegaskan komitmennya untuk bekerja cepat dan keras jika terpilih sebagai Presiden RI. Salah satu yang ia soroti adalah pengelolaan kekayaan alam Indonesia agar hasilnya tidak hanya dinikmati segelintir pihak.
“Tidak boleh kekayaan itu hanya dinikmati segelintir orang atau bahkan dibawa ke luar negeri. Saya katakan tidak saudara-saudara sekalian,” katanya.
Selain soal sumber daya alam, Prabowo menyampaikan target lain yang ia anggap mendesak, yakni menghapus kemiskinan di Indonesia. Untuk itu, ia kembali menyinggung program makan siang bergizi gratis bagi anak-anak Indonesia.
Program Makan Bergizi Jadi Andalan
Prabowo mengatakan program itu akan menyasar kelompok yang luas, mulai dari anak dalam kandungan hingga anak usia sekolah, termasuk mereka yang tidak bersekolah dan santri di pesantren. Menurut dia, pemenuhan gizi sejak dini menjadi bagian dari upaya memperbaiki masa depan bangsa.
“Termasuk yang masih di dalam kandungan ibunya, termasuk yang usia dini, yang sekolah, yang tidak sekolah, yang di Pesantren kami akan beri makan bergizi,” tutur Prabowo Subianto.
