18.1 C
Munich

Prabowo Subianto: Pekerja Keras dan Cerdas Akan Bertahan di Era Zaman yang Penuh Tantangan

Harus dibaca

Bogor — Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menilai, abad ke-21 akan menjadi masa yang semakin keras bagi siapa pun yang tak siap menghadapi perubahan. Dalam suasana wisuda Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) di Sentul, Bogor, Senin (12/2), ia menegaskan bahwa hanya mereka yang bekerja keras, berpikir cerdas, dan punya disiplin tinggi yang akan mampu bertahan.

“Masa depan bangsa kita di tengah kehidupan modern, kehidupan abad ke-21 adalah masa depan yang penuh tantangan, hambatan, dan rintangan,” ujar Prabowo di hadapan 573 mahasiswa yang diwisuda.

Di tengah tantangan, peluang tetap terbuka

Meski menggambarkan masa depan sebagai ruang yang penuh tekanan, Prabowo menekankan bahwa tantangan bukan satu-satunya wajah zaman ini. Menurut dia, selalu ada peluang bagi mereka yang siap memanfaatkannya. Dalam pandangannya, sejarah peradaban menunjukkan bahwa orang-orang yang mampu bertahan di masa sulit adalah mereka yang tak hanya kuat secara fisik, tetapi juga tangguh secara mental dan intelektual.

Ia menyebut, kombinasi kerja keras, kecerdasan, disiplin, dan kehendak yang kuat menjadi bekal utama untuk menghadapi persaingan yang kian ketat. Di samping itu, dorongan untuk berprestasi dan kemampuan berinovasi juga disebutnya sebagai faktor penting agar seseorang tidak tertinggal oleh perubahan zaman.

Unhan dan tradisi meritokrasi

Prabowo juga menyampaikan kebanggaannya atas tradisi meritokratik yang menurutnya tumbuh di Unhan RI. Ia menilai, kampus tersebut memberi ruang bagi mahasiswa dari berbagai lapisan masyarakat untuk bersaing secara setara berdasarkan kemampuan, bukan kedekatan atau pengaruh.

Ia menyebut mahasiswa Unhan RI datang dari latar belakang yang beragam, mulai dari keluarga petani, pekerja pelabuhan, hingga penjual bakso di pasar. Keragaman itu, kata dia, perlu dijaga agar Unhan tetap menjadi tempat lahirnya sumber daya manusia yang unggul.

Seleksi setara kampus top dunia

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa syarat masuk Unhan RI tidak bisa dipandang ringan. Ia menyamakan standar penerimaan mahasiswa di kampus tersebut dengan perguruan tinggi ternama di luar negeri seperti Harvard, MIT, dan Stanford. Menurut dia, Unhan RI tidak menerima rekomendasi dari siapa pun, dan seluruh mahasiswa diterima murni berdasarkan kemampuan akademik.

Hari itu, Unhan RI meluluskan 573 mahasiswa dari berbagai program studi. Bagi Prabowo, capaian tersebut bukan sekadar seremoni akademik, melainkan cermin dari upaya membangun generasi yang siap menghadapi kompetisi yang makin keras di masa depan.

Source link

Berita Terbaru