SERANG – Pasar Lama Kota Serang mulai menunjukkan taringnya sebagai pusat wisata kuliner baru di ibu kota Banten. Baru sebulan beroperasi, kawasan yang diresmikan pada akhir 2022 itu diklaim mampu membukukan omzet hingga Rp2,9 miliar dalam periode 28 November sampai 27 Desember 2023.
Didorong Tiga Blok Pedagang
Perputaran uang tersebut bersumber dari tiga area utama di Pasar Lama, yakni blok B dan C yang dipenuhi aneka kuliner, blok D yang menjajakan jajanan, serta blok durian yang menawarkan beragam pilihan buah durian. Komposisi itu menjadi penopang utama ramainya transaksi di lokasi tersebut.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menyebut capaian itu melampaui perkiraan awal pemerintah daerah. Menurut dia, omzet Rp2,9 miliar tersebut jauh di atas anggaran Rp650 juta yang semula dialokasikan untuk pengembangan Pasar Lama.
Promosi dan Penataan Terus Digenjot
Wahyu menilai capaian bulan pertama itu menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan Pasar Lama sebagai ruang ekonomi baru di Kota Serang. Bahkan, ia memproyeksikan omzet bulan kedua bisa menembus lebih dari Rp3 miliar, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk datang.
Ia menegaskan, pertumbuhan itu tidak lepas dari promosi yang terus dilakukan melalui media sosial serta penguatan citra Pasar Lama sebagai ikon kuliner baru. Pemerintah kota, kata dia, ingin kawasan ini tidak hanya ramai sesaat, tetapi benar-benar menjadi destinasi yang hidup dan berulang dikunjungi.
Fasilitas Pengunjung Masih Dibangun
Di sisi lain, Dinkopukmperindag Kota Serang juga tengah menata sejumlah fasilitas penunjang. Perbaikan drainase, jalan, akses parkir, hingga pembangunan pedestrian terus dikerjakan untuk memberi kenyamanan lebih bagi pengunjung.
Wahyu mengatakan, pembaruan kawasan akan dibuat berkelanjutan dengan mengganti tema setiap tahun. Langkah itu diharapkan menjaga daya tarik Pasar Lama agar tidak kehilangan momentum di tengah persaingan pusat kuliner yang kian ketat di Kota Serang.
Source link
