Cegah Perang Sarung Selama Ramadan di Pandeglang, Polisi Tingkatkan Patroli Malam
PANDEGLANG — Kepolisian Resor Pandeglang memperketat patroli malam di sejumlah wilayah selama bulan Ramadan. Langkah ini ditempuh untuk mencegah perang sarung antarremaja yang dinilai berpotensi memicu korban jiwa, sekaligus menekan berbagai aktivitas negatif lain yang kerap muncul pada malam hari.
Patroli tersebut melibatkan personel Polres Pandeglang, jajaran polsek, serta dukungan dari personel Polda Banten. Pengawasan dilakukan secara rutin dengan menyasar titik-titik yang dianggap rawan menjadi lokasi berkumpulnya remaja pada malam hingga dini hari.
Fokus pada Titik Rawan dan Pantauan Media Sosial
Kabagops Polres Pandeglang, Kompol Yogie Rosandi, mengatakan patroli malam tidak hanya bertujuan mencegah tawuran dan perang sarung, tetapi juga mengantisipasi bentuk kenakalan remaja lainnya. Menurut dia, pengawasan dilakukan secara lebih terarah pada lokasi-lokasi yang selama ini dinilai rawan.
Selain turun langsung ke lapangan, petugas juga memantau aktivitas di media sosial. Langkah ini dilakukan untuk membaca potensi ajakan berkumpul atau indikasi kegiatan yang dapat berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Tim Khusus dan Peran Keluarga
Untuk memperkuat pengawasan, Polres Pandeglang juga membentuk tim khusus yang bertugas memantau aktivitas malam hari, terutama pada waktu-waktu yang kerap dimanfaatkan untuk perang sarung. Polisi meminta masyarakat tidak ragu melapor jika menemukan kegiatan mencurigakan di lingkungan masing-masing.
Di sisi lain, orangtua diminta lebih aktif mengawasi anak-anak mereka, terutama setelah berbuka puasa atau menjelang sahur. Menurut kepolisian, keterlibatan keluarga menjadi kunci agar suasana Ramadan tetap aman, tertib, dan kondusif. Polres Pandeglang berharap pengawasan bersama dapat menekan potensi gangguan sejak awal, sebelum berujung pada peristiwa yang merugikan.
Source link
