Washington, langkah keras parlemen Amerika Serikat terhadap TikTok kian mendekati kenyataan. Dewan parlemen AS telah menyetujui rancangan undang-undang yang memberi tekanan besar kepada induk usaha aplikasi itu, ByteDance, untuk melepas aset TikTok di Amerika Serikat dalam waktu enam bulan. Jika tenggat tersebut tak dipenuhi, aplikasi berbagi video pendek itu terancam diblokir dari pasar AS.
Ancaman blokir di tengah kekhawatiran keamanan nasional
RUU ini dibahas dengan nada mendesak di Kongres, terutama oleh kalangan Partai Republik. Anggota parlemen Steve Scalise menegaskan bahwa isu TikTok tak bisa dilepaskan dari kepentingan keamanan nasional dan mendesak Senat segera mengambil langkah lanjutan. Bagi para pendukung aturan ini, TikTok dipandang sebagai persoalan strategis, bukan sekadar platform hiburan.
TikTok sendiri memiliki basis pengguna yang sangat besar di Amerika Serikat, sekitar 170 juta orang. Namun, dukungan publik terhadap pembatasan aplikasi itu tidak berjalan mulus. Banyak pengguna, khususnya kalangan remaja, menolak RUU tersebut dan menilai kebijakan itu terlalu jauh mencampuri pilihan mereka dalam menggunakan media sosial.
Respons keras TikTok dan tekanan politik yang menguat
CEO TikTok Shou Zi Chew langsung bereaksi keras setelah RUU itu lolos. Ia menyebut aturan tersebut pada dasarnya akan bermuara pada pelarangan TikTok di AS dan merugikan banyak pihak, mulai dari kreator konten, pelaku usaha kecil, hingga ribuan pekerja yang menggantungkan aktivitas ekonomi pada platform itu.
Di sisi lain, langkah parlemen AS ini memperlihatkan menguatnya sikap politik Washington terhadap perusahaan teknologi yang dikaitkan dengan China. Presiden Joe Biden juga menyatakan niatnya untuk menandatangani RUU tersebut, sinyal bahwa dukungan terhadap pembatasan TikTok datang dari level tertinggi pemerintahan.
China menolak tudingan, masa depan TikTok belum pasti
Kementerian Luar Negeri China mengkritik Washington karena dianggap menargetkan TikTok tanpa bukti konkret mengenai ancaman keamanan yang disebut-sebut muncul dari aplikasi itu. Meski begitu, belum jelas apakah Beijing akan memberi lampu hijau jika ByteDance benar-benar berusaha menjual aset TikTok di AS.
Dengan proses yang bergerak cepat sejak diajukan hingga disahkan di parlemen, Washington mengirim pesan bahwa isu TikTok kini masuk daftar prioritas utama. Bagi ByteDance, enam bulan ke depan akan menjadi masa penentu: menyesuaikan diri dengan tuntutan baru di AS atau menghadapi risiko kehilangan salah satu pasar terpentingnya.
Source link
