13.2 C
Munich

Viral Perang Sarung, Puluhan Remaja di Kota Bogor Diamankan Polisi

Harus dibaca

Bogor – Malam Ramadan di Kota Bogor, Jawa Barat, kembali terusik oleh aksi remaja yang viral di media sosial. Yang semula disebut perang sarung, ternyata berujung pada saling pukul dan menimbulkan korban luka memar. Polisi bergerak cepat setelah video kejadian itu menyebar luas, lalu mengamankan sejumlah remaja yang diduga terlibat.

Berawal dari janjian di media sosial

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan, peristiwa itu terjadi di kawasan Sekolah Kesatuan, Baranangsiang, Bogor, pada Rabu, 13 Maret 2024, sekitar pukul satu dini hari. Menurut dia, para remaja lebih dulu saling ejek di media sosial sebelum sepakat bertemu di lokasi tertentu.

“Kami akan menjelaskan perang sarung yang terjadi di Sekolah Kesatuan Baranangsiang Bogor kemarin, pukul satu dini hari, setelah melakukan pengungkapan kejadian tersebut kita amankan 6 orang termasuk yang melakukan perekaman,” kata Bismo.

Sesampainya di lokasi, aksi yang awalnya hanya menggunakan sarung itu berubah menjadi perkelahian tangan kosong. Situasi cepat memanas dan membuat aparat harus turun tangan agar kejadian serupa tidak terulang.

Polisi amankan 31 remaja

Dalam pengungkapan kasus ini, Polresta Bogor Kota mengamankan enam remaja yang terkait langsung dengan kejadian tersebut, termasuk satu orang yang merekam video. Selain itu, Tim Kujang juga menangkap 25 remaja lain yang diduga merencanakan perang sarung di lokasi berbeda. Total ada 31 remaja yang diamankan polisi.

Bismo menyebut sebagian besar dari mereka masih berstatus pelajar SMP dan SMA. Karena ada korban yang mengalami luka memar, para remaja itu berpotensi diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polisi juga masih mendalami apakah peristiwa tersebut masuk kategori kesengajaan atau sekadar kenakalan remaja.

Pembinaan di sekolah dan patroli cyber

Untuk mencegah kejadian serupa, Polresta Bogor Kota menyiapkan langkah pembinaan melalui program SKCK Go To School. Program ini akan menyasar pelajar di sekolah-sekolah di Kota Bogor, disertai patroli di lapangan dan patroli cyber untuk memantau potensi ajakan tawuran di media sosial.

“Upaya pengamanan ini terus kita lakukan setiap malam supaya di bulan Ramadan ini kita kegiatan dengan khidmat, tidak ada korban dari kegiatan berbahaya,” ujar Bismo.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Luthfi Olot mengatakan, para remaja yang diamankan akan ditangani bersama Satgas Sekolah, Dinas Sosial, dan Lapas Anak. Koordinasi itu dilakukan untuk memastikan pembinaan berjalan, sekaligus menentukan apakah kasus tersebut perlu dilanjutkan ke jalur peradilan anak.

“Apakah ini masuk kategori kesengajaan atau tindak pidana atau memang masih batas kenakalan remaja, jika masuk tindak pidana kita akan berkoordinasi dengan kejaksaan untuk menjalankan sistem peradilan anak,” ujarnya.

Source link

Berita Terbaru