18.1 C
Munich

Prabowo-Gibran Team: Nutrition Experts Determine Adequacy of Nutritious Free Meals

Harus dibaca

JAKARTA — Isu pemangkasan anggaran makan bergizi gratis untuk pelajar hingga Rp 7.500 per anak dibantah oleh tim Prabowo-Gibran. Hasan Nasbi, anggota Divisi Komunikasi Tim Sinkronisasi Prabowo-Gibran, menegaskan bahwa kabar tersebut bukan berasal dari pernyataan resmi tim, melainkan beredar dari penjelasan ekonom Heriyanto Irawan dari Verdhana Sekuritas yang mengaku sempat berdiskusi dengan pihak Prabowo.

Fokus pada kecukupan gizi, bukan angka semata

Hasan mengatakan, perhatian utama Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka saat ini adalah memastikan makanan yang dibagikan benar-benar memenuhi standar gizi. Karena itu, berbagai usulan soal besaran biaya per anak masih dibahas oleh Dewan Pakar, belum mengerucut pada angka tertentu.

Menurut dia, pembahasan anggaran tidak bisa dilepaskan dari tujuan utama program, yakni menyediakan makanan yang layak dan bergizi bagi siswa. “Yang penting itu standar gizinya terpenuhi,” ujar Hasan dalam penjelasannya.

Menu daerah akan disesuaikan

Hasan juga menyinggung bahwa kebutuhan gizi di setiap daerah tidak selalu sama. Indonesia memiliki ragam sumber pangan, sehingga menu makan bergizi gratis nantinya akan menyesuaikan bahan yang tersedia di masing-masing wilayah. Dengan begitu, standar gizi tetap dijaga meski komposisi menu berbeda-beda.

Penyesuaian tersebut, kata Hasan, menjadi bagian dari pembahasan teknis agar program bisa berjalan efektif di lapangan tanpa mengabaikan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak sekolah.

Gibran minta publik menunggu kepastian

Sebelumnya, Gibran Rakabuming Raka juga meminta publik tidak buru-buru menyimpulkan hal-hal yang belum pasti. Ia menilai, informasi yang belum terverifikasi sebaiknya tidak langsung dijadikan bahan pemberitaan. Saat ini, uji coba program makan bergizi gratis masih menggunakan anggaran Rp 15.000 per orang.

Di tengah masih berlangsungnya pembahasan, satu hal yang ditegaskan tim adalah bahwa angka anggaran belum final. Yang dikejar bukan sekadar murah atau mahalnya biaya, melainkan kecukupan gizi yang sesuai dengan standar para ahli.

Source link

Berita Terbaru