Malam yang semestinya berlalu tanpa persoalan di Pontianak berubah menjadi aksi kekerasan setelah sebuah tatapan berujung pengeroyokan. Seorang pemuda bernama Ridwansyah (19) menjadi korban penganiayaan oleh empat orang pemuda di Gang Martapura Baru, Jalan Tanjungpura, Pontianak, pada Jumat, 5 April 2024 sekitar pukul 01.00 WIB.
Berawal dari saling pandang saat nongkrong
Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Antonius Trias Kuncorojati menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika korban dan para pelaku sama-sama nongkrong di lokasi kejadian. Dari saling pandang, situasi memanas dan berujung cekcok. Salah satu pelaku, berinisial UR, disebut tidak terima karena merasa dipandang oleh korban.
“Korban mengalami luka memar di bagian tangan sebelah kanan serta mengalami luka tusuk di bagian pinggang sebelah kanan,” ungkap Trias, dikutip Minggu, 7 April 2024.
Korban dipukul kayu dan ditikam karambit
Menurut Trias, para pelaku menyerang Ridwansyah menggunakan kayu belian dan senjata tajam jenis karambit. Dalam kejadian itu, AM disebut ikut memukul korban dengan tangan kosong, sementara EF memukul menggunakan kayu balok. ST, yang kini sudah diamankan, diduga menusuk korban dua kali di bagian pinggang kanan.
“Saat kejadian sajam tersebut diambil dari temannya inisial AM yang dipersiapkan olehnya dari rumah,” kata Trias.
Setelah kejadian, korban melapor ke Polresta Pontianak Kota untuk diproses lebih lanjut.
ST diamankan, tiga pelaku lain diburu
Personel Jatanras kemudian menangkap ST (18) di rumahnya di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Pelaku langsung dibawa untuk pemeriksaan intensif. Dari hasil interogasi singkat, ST mengakui keterlibatannya dalam pengeroyokan tersebut.
Trias menambahkan, ST juga mengaku senjata tajam yang dipakai untuk menusuk korban sempat dikembalikan kepada AM. Sementara itu, keberadaan tiga pelaku lain, yakni UR, AM, dan EF, masih ditelusuri.
Kasus ini kini menjadi perhatian penyidik Polresta Pontianak Kota, terutama karena pemicu awalnya yang sepele berubah menjadi kekerasan fisik dengan luka tusuk pada korban. Source link
