18.1 C
Munich

Megawati Tewas Dibunuh Anak Kandung, Jasadnya Dikubur Dibelakang Rumah

Harus dibaca

Medan — Kasus pembunuhan yang mengguncang warga Jalan Tuba III, Kelurahan Tegal Sari Mandala 2, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, menyisakan ironi yang memilukan. Seorang anak, Wen Pratama (33), diduga menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, Megawati (56), pada Senin, 1 April 2024. Jasad korban kemudian dikubur di belakang rumah.

Pelaku diamankan, polisi dalami motif

Kapolsek Medan Area, Kompol Hendrik Aritonang, membenarkan peristiwa itu. Ia menyebut pelaku telah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga terus mendalami rangkaian kejadian yang berujung pada tewasnya Megawati.

“Pelaku sudah diamankan dan sedang dilakukan pendalaman,” kata Hendrik kepada wartawan, Rabu, 3 April 2024.

Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan detail peristiwa dan peran masing-masing pihak yang terlibat dalam penanganan kasus tersebut.

Dipicu permintaan uang rokok

Kepala Lingkungan 13, Maisal Putra, mengatakan peristiwa itu terjadi pada malam hari, sekitar pukul 23.00 WIB. Menurut dia, insiden bermula ketika pelaku meminta uang kepada ibunya untuk membeli rokok, namun permintaan itu tidak dipenuhi.

“Mamanya bekerja menjual obat anti nyamuk, ketika pulang kerja, pelaku meminta uang untuk membeli rokok. Namun, korban tidak memberikan uang, sehingga pelaku menyerang ibunya,” ujar Maisal.

Megawati disebut sempat terjatuh dan terbaring di lantai setelah dipukuli. Setelah itu, Wen mengambil pisau cutter yang diletakkan di atas kulkas rumah dan menyayat tangan serta leher korban hingga meninggal dunia.

Riwayat hidup pelaku ikut disorot

Usai kejadian, Wen justru memberitahu keluarganya bahwa ibunya telah dibunuh. Pengakuan itu membuat keluarga terkejut dan segera melaporkan perbuatan tersebut ke pihak kepolisian. Tak lama kemudian, Polsek Medan Area bersama Polrestabes Medan turun ke lokasi, mengamankan pelaku, melakukan olah tempat kejadian perkara, dan memeriksa saksi-saksi.

Maisal juga mengungkapkan bahwa Wen baru sekitar sebulan terakhir tinggal bersama ibunya. Sebelumnya, ia menetap di Batam. Pelaku diketahui telah bercerai dari istrinya dan kembali ke rumah orang tuanya.

Di sisi lain, pelaku disebut pernah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa dan tempat rehabilitasi karena kecanduan narkoba. “Dia sudah depresi, sudah pengguna narkoba, saya tahu betul, saya bersama warga membawanya ke RS jiwa, BNN, dan menjalani rehabilitasi,” kata Maisal.

Peristiwa ini membuat warga sekitar kembali menatap rumah sederhana di Jalan Tuba III itu dengan perasaan tak percaya, terutama karena pelakunya adalah anak kandung korban sendiri.

Source link

Berita Terbaru