Jakarta — Janji Ridwan Kamil untuk mengucurkan anggaran Rp100 juta hingga Rp200 juta per RW di Jakarta memantik respons dari elite politik. Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni menilai gagasan itu bukan sesuatu yang berlebihan, mengingat kapasitas fiskal ibu kota yang disebutnya besar.
Sahroni: Jakarta Punya Ruang Anggaran
Menurut Sahroni, usulan tersebut masih masuk akal untuk dijalankan bila nantinya pasangan RK-Suswono memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2024. Ia bahkan menyatakan yakin janji itu bisa direalisasikan.
“Jakarta punya duit banyak. Jadi enggak masalah kita kasih anggaran segitu untuk RW. Itu yang dijanjikan Pak RK dan saya yakin bisa,” kata Sahroni di Universitas Borobudur, Jakarta, Minggu (8/9/2024).
Pernyataan itu menegaskan bahwa sorotan utama dari janji kampanye RK bukan sekadar besaran angka, melainkan bagaimana anggaran tersebut dipakai untuk mendorong peran warga di tingkat lingkungan.
Dorong Warga Lebih Peduli Wilayah
Ridwan Kamil sebelumnya menjelaskan bahwa dana untuk RW itu ditujukan agar warga lebih sadar dan peduli terhadap kondisi wilayahnya sendiri. Selain anggaran RW, ia juga berjanji menaikkan gaji RT dan RW jika terpilih memimpin Jakarta.
Gagasan ini menjadi bagian dari rangkaian program yang ia tawarkan kepada pemilih Jakarta, dengan penekanan pada penguatan layanan di level paling dekat dengan warga.
Mobil Curhat untuk Redam Stres Kota
Di luar soal anggaran, mantan Gubernur Jawa Barat itu juga menyiapkan program yang tak kalah menarik perhatian: mobil curhat. Program ini disebut sebagai salah satu solusi untuk membantu warga Jakarta menghadapi tekanan hidup di kota besar.
“Saya tahu kota bikin stres maka kita menginginkan juga ada solusi. Salah satunya ada aplikasi curhat nanti disiapkan,” kata RK saat memberi sambutan di kantor Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda (TKN-Fanta), Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/9/2024).
Dengan sejumlah janji tersebut, RK berupaya menempatkan isu keseharian warga—dari urusan lingkungan hingga beban psikologis—sebagai bagian dari pertarungan utama di Pilkada Jakarta 2024.
Source link
