20.1 C
Munich

Pramono Anung Silaturahmi ke PWM Jakarta, PMJ: Bentuk Penghormatan kepada Muhammadiyah

Harus dibaca

Jakarta — Kunjungan calon gubernur Jakarta Pramono Anung ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jakarta pada Sabtu, 28 September 2024, memunculkan pembacaan yang lebih luas dari sekadar agenda politik. Bagi Punggawa Matahari Jakarta (PMJ), langkah itu merupakan isyarat penting tentang perlunya kedekatan antara pemimpin pemerintahan dan ulama dalam merawat kehidupan sosial di ibu kota.

Silaturahmi yang Dinilai Punya Makna Lebih

Koordinator Punggawa Matahari Jakarta (PMJ), Ari Aprian Harahap Ari, menilai pertemuan tersebut memperlihatkan semangat sinergi antara umaro dan ulama. Menurut dia, hubungan keduanya menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun bangsa dan mempercepat tercapainya kesejahteraan umat.

“Umaro dan ulama harus bersinergi. Ketika keduanya bekerja sama, maka kesejahteraan umat akan lebih mudah tercapai,” ujar Ari kepada wartawan, Minggu (29/9/2024).

Bukan Sekadar Langkah Kampanye

Ari, yang turut hadir dalam pertemuan itu, menegaskan bahwa inisiatif Pramono Anung menyambangi Muhammadiyah tidak layak dibaca semata sebagai manuver politik menjelang kontestasi elektoral. Ia melihat ada unsur penghormatan terhadap peran Muhammadiyah yang selama ini aktif menjaga persatuan melalui pendidikan, dakwah, dan kerja-kerja sosial.

“Kedatangan Pak Pramono ini bukan hanya bagian dari kampanye, tetapi juga penghormatan kepada Muhammadiyah yang berkontribusi besar dalam menjaga persatuan bangsa melalui pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial,” kata dia.

Muhammadiyah dan Urusan Moral Bangsa

Menurut Ari, langkah Pramono mendatangi PWM Jakarta juga tepat karena Muhammadiyah dinilai memiliki peran besar dalam menjaga moral bangsa. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, melainkan harus diimbangi dengan pembangunan nilai, etika, dan spiritualitas.

“Kunjungan Pramono ini sudah tepat, karena Muhammadiyah berperan besar dalam menjaga moral bangsa. Sinergi antara umaro dan ulama adalah kunci utama dalam mencapai kesejahteraan umat secara menyeluruh,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika pemerintah hanya fokus pada pembangunan fisik, sementara aspek moral dan spiritual diabaikan, maka ketimpangan sosial bisa terus melebar. Dalam pandangannya, pertemuan antara tokoh politik dan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah menjadi ruang penting untuk menjaga keseimbangan arah pembangunan di Jakarta.

Source link

Berita Terbaru