13.2 C
Munich

Polisi Jakarta Utara Berkomitmen Berantas Premanisme dan Pemerasan

Harus dibaca

Polres Jakarta Utara Perketat Operasi Brantas Jaya 2025 untuk Tekan Premanisme

Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik premanisme dan pemerasan yang diduga dilakukan oleh debt collector maupun oknum lain di wilayah hukumnya. Melalui Operasi Brantas Jaya 2025, aparat dikerahkan selama 14 hari untuk meredam rasa takut warga sekaligus memastikan aktivitas masyarakat berjalan tanpa tekanan dari pihak-pihak yang meresahkan.

Operasi 14 Hari untuk Pulihkan Rasa Aman Warga

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Ahmad Fuady, menekankan bahwa setiap langkah penindakan dilakukan berdasarkan hukum dan prosedur operasional standar yang jelas. Menurut dia, operasi ini bukan sekadar penertiban sesaat, melainkan upaya terukur untuk menghilangkan pola-pola intimidasi yang selama ini kerap membuat warga enggan melapor atau beraktivitas dengan nyaman.

Apel Gelar Pasukan Operasi Brantas Jaya 2025 melibatkan 139 personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Satreskrim, Satresnarkoba, Satuan Samapta, hingga unit terkait lainnya. Keterlibatan banyak satuan itu menunjukkan bahwa penanganan premanisme di Jakarta Utara ditempatkan sebagai persoalan serius yang membutuhkan kerja bersama.

TNI dan Polri Bergerak Bersama

Sinergi juga ditegaskan oleh Komandan Kodim 0502/JU, Kolonel Inf Dony Gredinand, yang menyatakan kesiapan TNI untuk mendukung langkah tegas terhadap premanisme yang kerap berkaitan dengan jaringan narkoba. Dalam apel tersebut, ia menilai penindakan yang konsisten diperlukan agar gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak terus meluas.

Usai apel, Kapolres Metro Jakarta Utara bersama Dandim 0502 Jakarta Utara memimpin patroli ke sejumlah wilayah, baik ke arah timur maupun barat. Patroli ini dimaksudkan untuk menunjukkan kehadiran negara di lapangan sekaligus memastikan situasi tetap kondusif.

Tekankan Profesionalisme dan Integritas

Polres Metro Jakarta Utara menegaskan, pemberantasan premanisme tidak cukup hanya dengan penindakan di permukaan. Yang dibutuhkan adalah konsistensi, profesionalisme, dan integritas aparat dalam menjalankan tugas agar praktik pemerasan dan intimidasi bisa ditekan sampai ke akarnya.

Dengan operasi yang digelar secara proaktif ini, kepolisian berharap warga Jakarta Utara dapat kembali merasa aman dalam beraktivitas tanpa dibayangi gangguan kamtibmas dari kelompok-kelompok yang selama ini memanfaatkan rasa takut masyarakat.

Source link

Berita Terbaru