15.5 C
Munich

Penangkapan Kurir Narkoba yang Selundupkan Narkotika dengan Kaleng

Harus dibaca

Kurir Sabu di Papanggo Ditangkap, Narkotika Disembunyikan dalam Kaleng Biskuit

Jakarta Utara — Cara lama menyamarkan narkotika kembali dipakai untuk mengelabui petugas. Seorang pria berinisial TN (45) ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Utara di kawasan Papanggo, Tanjung Priok, setelah diduga membawa sabu-sabu yang disembunyikan di dalam kaleng biskuit.

Sabu 436 Gram Ditemukan di Rumah Pelaku

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Prasetyo Noegroho, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan TN di rumahnya di Papanggo. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan sabu-sabu seberat 436 gram yang disimpan dalam kotak biskuit, sebuah modus yang diduga dipilih untuk menghindari kecurigaan.

Menurut Prasetyo, TN berperan sebagai kurir. Ia mengaku hanya bertugas mengantarkan barang haram itu kepada pembeli. Sabu tersebut, kata dia, diperoleh dari seorang bandar di wilayah Jakarta Utara.

Penyidik Telusuri Jaringan yang Lebih Luas

Meski pelaku sudah diamankan, penyelidikan belum berhenti. Polisi masih menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain yang terhubung dengan pasokan sabu itu. Pengembangan kasus dilakukan untuk mengungkap peran para pihak yang berada di belakang TN dan jalur distribusi yang digunakan.

Atas perbuatannya, TN dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya tidak ringan, yakni pidana minimal enam tahun hingga maksimal 20 tahun penjara.

Operasi Nila Jaya Ungkap 19 Kasus

Pengungkapan ini menjadi bagian dari Operasi Nila Jaya 2025 yang digelar Polres Metro Jakarta Utara pada 16-25 Juni 2024. Dalam operasi tersebut, polisi mengungkap 19 kasus tindak pidana narkotika dan menangkap 29 tersangka, yang terdiri atas pengedar maupun pengguna.

Rangkaian penindakan itu menunjukkan bahwa peredaran narkotika di Jakarta Utara masih bergerak dengan berbagai cara. Polisi menegaskan upaya pemberantasan akan terus dilakukan, terutama terhadap jaringan yang memanfaatkan wilayah padat penduduk sebagai jalur peredaran.

Source link

Berita Terbaru