Nikita Mirzani Kecewa Diperlakukan Seperti Pelaku Kejahatan Berat di Sidang Eksepsi
Nikita Mirzani meluapkan kekecewaannya dalam sidang eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Di hadapan majelis hakim, ia mengaku merasa diperlakukan tidak adil selama menjalani proses hukum yang menjeratnya. Bagi Nikita, perlakuan yang diterimanya seolah-olah menempatkan dirinya sejajar dengan pelaku kejahatan berat, sesuatu yang menurut dia jauh dari kenyataan, dilaporkan ANTARA.
Pesan untuk Anak-Anak di Tengah Proses Hukum
Dalam pernyataannya yang emosional, Nikita menyampaikan pesan kepada ketiga anaknya. Ia menegaskan bahwa dirinya bukanlah sosok yang dituduhkan dalam perkara ini dan meminta anak-anaknya tetap mendoakan dirinya agar kuat menjalani sidang. Nikita juga mengaku semakin berat menghadapi proses hukum karena merasa terputus dari keluarga sejak ditahan di Polda Metro Jaya.
Ia mengatakan rindu berada di tengah keluarga, terlebih saat mendekati bulan puasa dan Idul Fitri. Menurut Nikita, momen kebersamaan dengan anak-anak menjadi hal yang paling ia rasakan hilang selama menjalani penahanan.
Eksepsi Dipersoalkan, Dakwaan Dinilai Tak Berdasar
Di persidangan itu, Nikita bersama asistennya, Ismail Marzuki, mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa penuntut umum. Keduanya menilai dakwaan yang dibacakan tidak memiliki landasan yang kuat dan unsur tindak pidana yang disangkakan tidak terpenuhi. Nikita didakwa dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Perkara yang menjerat Nikita sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara 362/Pid.Sus/2025/PN JKT.SEL. Dalam perkara ini, Nikita dituduh melakukan ancaman terkait pembayaran uang tutup mulut kepada bos perawatan kulit milik dokter Reza Gladys. Uang tersebut, menurut tuduhan jaksa, diduga dipakai untuk membayar sisa kredit pemilikan rumah.
Menunggu Putusan atas Eksepsi
Di tengah proses yang masih berjalan, Nikita berharap persidangan bisa menjadi jalan untuk menghentikan apa yang ia sebut sebagai perlakuan zalim terhadap dirinya dan asistennya. Ia menegaskan akan terus mengikuti jalur hukum untuk mencari keadilan, sembari menunggu bagaimana majelis hakim menilai eksepsi yang diajukan. Source link
