Pramudi Transjakarta terlibat bentrok fisik dengan ojek online (ojol) di Jalan Raya S Parman, Palmerah, Jakarta Barat, karena bunyi klakson. Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (4/7), dimulai ketika oknum ojek online merasa terganggu dengan klakson yang diberikan oleh pramudi Transjakarta. Humas Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi dengan bus SAF-055 rute 10H berdasarkan rekaman CCTV. Driver ojol melakukan pemukulan setelah merasa terganggu dengan klakson yang diberikan.
Ayu menegaskan bahwa Transjakarta tidak membenarkan segala bentuk kekerasan dan pramudi tersebut telah membuat laporan ke Polsek Palmerah. Video viral yang diunggah di akun Instagram @warga.jakbar menunjukkan kedua sopir Transjakarta dan pengemudi ojol terlibat dalam bentrok fisik yang memicu keramaian di jalan tersebut. Seorang anggota Satlantas Polres Metro Jakarta Barat turut serta melerai keributan yang terjadi antara keduanya, dimana Pramudi Transjakarta mendapat beberapa pukulan dari pengemudi ojol.
Setelah beberapa saat, keributan berhasil dilerai dan pengemudi ojol bersama penumpangnya pergi dari lokasi. Polsek Palmerah mengonfirmasi adanya laporan polisi dari Pramudi Transjakarta terkait insiden bentrok fisik tersebut. Situasi ini menjadi perhatian banyak pihak terkait dengan kenyamanan dan keamanan transportasi umum di Jakarta. Penyelesaian damai dan penanganan hukum yang tepat diharapkan dapat menghindari insiden serupa di masa depan.
