20.1 C
Munich

Pesan Nikita tentang Pentingnya Skincare untuk Kesehatan Kulit

Harus dibaca

Pesan Nikita tentang Pentingnya Skincare untuk Kesehatan Kulit

Di tengah proses hukum yang sedang dijalaninya, artis Nikita Mirzani justru melontarkan pesan yang cukup tegas soal kebiasaan masyarakat membeli produk perawatan kulit. Ia mengingatkan agar publik tidak mudah percaya hanya karena produk dijual oleh sosok yang menyandang gelar dokter. Menurut Nikita, label profesi bukan jaminan bahwa produk yang ditawarkan aman, asli, dan layak dipakai.

Skincare, menurut Nikita, bukan sekadar tren

Nikita menilai, perawatan kulit seharusnya dipandang sebagai bentuk investasi untuk kesehatan wajah, bukan sekadar mengikuti tren. Karena itu, ia mendorong masyarakat Indonesia untuk lebih cermat dan cerdas sebelum memutuskan membeli skincare. Pesan itu ia sampaikan dengan nada yang menekankan kehati-hatian, terutama di tengah maraknya pilihan produk yang beredar di pasaran.

“Jangan langsung percaya, meski yang jual dokter,” demikian inti peringatan yang ia sampaikan, sembari menekankan bahwa konsumen perlu memahami produk yang dibeli demi keamanan diri sendiri.

Sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Pernyataan tersebut disampaikan Nikita saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait eksepsi yang diajukan dalam perkaranya. Dalam persidangan itu, Nikita menyatakan siap mengikuti seluruh proses hukum dengan ikhlas. Ia juga mengakui bahwa eksepsi kerap ditolak, namun tetap menaruh harapan pada jalannya persidangan untuk membuka duduk perkara secara terang.

Dalam pandangannya, proses hukum yang berjalan akan memperlihatkan siapa pihak yang sebenarnya merugikan masyarakat Indonesia. Sikap itu ia sampaikan di tengah sorotan publik terhadap kasus yang menyeret namanya.

Kasus pemerasan dan tuduhan pencucian uang

Kasus yang melibatkan Nikita Mirzani berkaitan dengan dugaan pemerasan dan pengancaman terhadap bos perawatan kulit, Reza Gladys. Perkara tersebut kini ditangani Pengadilan Negeri Jakarta Selatan setelah sebelumnya dilimpahkan ke pengadilan. Dalam dakwaannya, jaksa menuduh Nikita bersama asistennya menggunakan uang hasil pemerasan untuk membayar sisa kredit rumah.

Jaksa juga menjerat keduanya dengan pasal-pasal terkait ITE dan pencucian uang yang dikaitkan dengan KUHP. Di luar proses persidangan, pernyataan Nikita soal skincare menambah lapisan baru dalam perkara ini: bahwa di balik ramainya industri kecantikan, konsumen tetap dituntut waspada agar tidak salah memilih produk hanya karena tergoda nama besar penjualnya.

Source link

Berita Terbaru