18.1 C
Munich

Penyebab, Gejala, dan Penanganan Hipotermia: Fakta Penting!

Harus dibaca

Hipotermia adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika suhu tubuh seseorang turun drastis hingga di bawah batas normal. Dalam situasi ini, tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya untuk memproduksi panas, sehingga fungsi organ vital bisa terganggu. Meski sering dikaitkan dengan cuaca dingin ekstrem, hipotermia juga bisa terjadi dalam berbagai situasi lain, seperti terendam air dingin atau berada terlalu lama di lingkungan bersuhu rendah tanpa perlindungan yang memadai. Mengenali penyebab dan gejalanya sejak dini sangat penting agar penanganannya bisa dilakukan lebih cepat dan efektif, sehingga mencegah risiko komplikasi yang lebih parah.

Hipotermia merupakan kondisi gawat darurat medis yang terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya menghasilkan panas, sehingga suhu tubuh menurun drastis. Kondisi ini terjadi saat suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celcius dan memerlukan penanganan segera. Saat suhu tubuh terlalu rendah, fungsi otak dan organ vital lainnya akan terganggu. Jika tidak ditangani dengan cepat, hipotermia bisa menyebabkan gangguan serius seperti serangan jantung, bahkan berujung pada kematian. Pada orang dewasa, suhu tubuh normal berkisar antara 36,5 hingga 37,5 derajat Celcius, sedangkan pada bayi biasanya berada di kisaran 36,6 sampai 37 derajat Celcius. Segera konsultasikan ke dokter apabila suhu tubuh terus-menerus berada di bawah atau di atas kisaran normal.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Siloam Hospitals, beberapa penyebab dan faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko hipotermia antara lain menggunakan pakaian yang basah dalam cuaca dingin untuk waktu yang lama, tidak memakai pakaian hangat saat berada di suhu rendah, berada terlalu lama di lingkungan bersuhu dingin, terlalu lama berendam di air dingin, dan penggunaan pendingin ruangan (AC) secara berlebihan. Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipotermia antara lain adalah lansia, bayi, kurangnya pengalaman dalam aktivitas luar ruangan, konsumsi alkohol berlebihan, penderita gangguan mental atau kognitif, dan mengonsumsi obat tertentu.

Tanda-tanda hipotermia ringan, yang umumnya muncul saat suhu tubuh berada di kisaran 32 hingga 35 derajat Celcius, meliputi tubuh menggigil disertai kulit yang tampak pucat, kebas atau mati rasa di beberapa bagian tubuh, pernapasan yang lebih cepat dari biasanya, rasa mengantuk, detak jantung yang meningkat, respons tubuh terhadap rangsangan yang menurun, dan kulit terasa dingin saat disentuh. Hipotermia tingkat sedang ditandai dengan kesadaran yang mulai berkurang, laju pernapasan yang melambat, detak jantung yang lebih lambat, tubuh yang berhenti menggigil meskipun masih dalam kondisi dingin, kehilangan kendali terhadap kandung kemih, dan tekanan darah yang menurun. Hipotermia berat terjadi ketika muncul sejumlah tanda serius, seperti tidak memberikan reaksi saat dirangsang, otot menjadi kaku, detak jantung semakin melambat secara signifikan, napas menjadi sangat lemah, dan risiko kehilangan kesadaran hingga berisiko mengalami henti jantung.

Source link

Berita Terbaru