Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Banten
Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah menyoroti pentingnya pemetaan potensi pangan di tiap daerah sebagai pijakan awal membangun ketahanan pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Seminar Nasional dan Musyawarah Daerah VI DPD Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Provinsi Banten tahun 2025 di Auditorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Kabupaten Serang.
Pemetaan Potensi Jadi Titik Awal
Menurut Dimyati, ketahanan pangan tidak cukup hanya dibicarakan sebagai target jangka panjang, tetapi harus dimulai dari pemahaman yang jelas atas kondisi dan sumber daya yang dimiliki setiap wilayah. Karena itu, pemetaan potensi pangan dinilai penting agar langkah penguatan yang dilakukan pemerintah maupun pemangku kepentingan lain benar-benar tepat sasaran.
Forum yang mempertemukan akademisi, alumni, dan pemerintah daerah itu menjadi ruang untuk membahas arah penguatan pangan di Banten. Dalam konteks daerah dengan karakter wilayah yang beragam, pendekatan yang seragam dinilai tidak selalu efektif. Dibutuhkan strategi yang menyesuaikan potensi lokal agar upaya menjaga ketersediaan pangan berjalan lebih konsisten.
Forum Akademik untuk Penguatan Kebijakan
Kehadiran DPD Himpunan Alumni IPB Banten dalam forum tersebut memberi warna tersendiri, terutama karena isu pangan kini makin menuntut dukungan ilmu pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor. Seminar nasional itu tidak hanya menjadi ajang bertukar gagasan, tetapi juga sarana untuk merumuskan langkah yang bisa memperkuat ketahanan pangan Provinsi Banten secara lebih terukur.
A Dimyati menegaskan, kesadaran bersama menjadi kunci agar ketahanan pangan tidak berhenti pada wacana. Ia berharap kerja sama antara pemerintah, kalangan akademisi, dan masyarakat dapat mendorong keberlanjutan pangan di Banten secara optimal. Dengan begitu, ketahanan pangan tidak hanya menjadi slogan, melainkan bagian dari kerja nyata yang berangkat dari kondisi lapangan.
Source link
