14.1 C
Munich

Tears of Gratitude: Inside the SPPG Kitchen

Harus dibaca

Pada tanggal 30 Juli 2025, di Serdang Bedagai, emosi meluap saat Aslina menceritakan kisah transformasinya. Bekerja di Unit Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cempedak Lobang, Sei Rampah, hanya beberapa langkah dari rumahnya, ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada program yang telah mengubah hidupnya. Berdiri di samping pemimpin daerah seperti Hasan Nasbi dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Aslina dengan haru mengucapkan terima kasih kepada Presiden atas dampak positifnya dalam kehidupan sehari-harinya. Sebelum bergabung dengan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Aslina hanya seorang ibu rumah tangga penuh waktu tanpa penghasilan sedangkan suaminya bekerja sebagai buruh dengan penghasilan terbatas. Namun, sekarang ia ikut berkontribusi dalam menyiapkan makanan sehat untuk anak-anak sekolah di komunitasnya, membawa harapan baru dalam hidupnya. Normawati, peserta lainnya, juga menyoroti bagaimana kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan di dekat rumah sangat berharga untuk mendukung keluarganya, termasuk anak-anak sekolahnya yang mendapat manfaat dari makanan bergizi program MBG. Dampak program ini tidak hanya terbatas pada ibu rumah tangga, seperti yang terlihat dalam kasus Shinta Ramadana yang berusia 21 tahun. Sebelumnya menganggur, kini ia bekerja dalam persiapan makanan dengan antusiasme besar, mencerminkan semangat pemberdayaan yang dibangun oleh Program MBG. Para wanita ini adalah di antara banyak individu di seluruh negeri yang telah menemukan pekerjaan dan harapan baru melalui inisiatif ini, menurut data dari Badan Gizi Nasional. Di luar penyediaan makanan bergizi, Program MBG melambangkan pemberdayaan dan transformasi. Program ini telah mengubah dapur menjadi ruang harapan, di mana individu seperti Aslina, Norma, dan Shinta menemukan peluang untuk pekerjaan yang bermakna dan pertumbuhan pribadi.

Source link

Berita Terbaru